Ungguli ChatGPT dan Claude dalam Uji Hukum Indonesia, Veritask Luncurkan AiYU Generasi Terbaru
Pengujian menunjukkan AI yang dibangun khusus untuk hukum Indonesia lebih andal menemukan dasar hukum yang tepat dan masih berlaku dibanding AI serbaguna.
Jakarta, 28 Oktober 2026 — Seberapa akurat AI menjawab pertanyaan hukum Indonesia? Untuk mengukurnya, Veritask menguji AiYU generasi terbaru, agentic AI hukum yang dikembangkannya, bersama tiga model AI serbaguna menggunakan 150 pertanyaan hukum Indonesia. Pengujian internal ini menilai ketepatan dasar hukum, relevansi sitasi, dan pemahaman konteks regulasi Indonesia.
Hasilnya, AiYU mencatat skor 82,1% — lebih tinggi dari ChatGPT-Astra (73,6%), Claude Opus 5.5 (74,7%), dan Gemini 3.8 Flash (66,4%).

Masalah terbesar penggunaan AI di sektor hukum adalah jawaban yang terdengar meyakinkan padahal pasalnya keliru atau aturannya sudah tidak berlaku. Veritask mempublikasikan metodologi dan hasil pengujian di veritask.link/report, sehingga publik dapat menilai sendiri akurasi model AI dalam menjawab persoalan hukum Indonesia.
Berbeda dari AI serbaguna yang dirancang untuk berbagai topik, generasi terbaru AiYU dibangun khusus untuk sistem hukum Indonesia — termasuk memahami hierarki peraturan, status keberlakuan, dan perubahan ketentuan. Sumbernya adalah Indonesian Legal Corpus yang mencakup 99% regulasi Indonesia. Setiap jawaban disertai pasal, sumber, dan status keberlakuan yang bisa diperiksa langsung oleh pengguna. AiYU kini digunakan oleh lebih dari 5.000 pengguna — in-house counsel, advokat, dan konsultan hukum, baik tim maupun individu.
“Kualitas adalah prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan, bahkan di atas faktor biaya dan waktu. Melalui rilis terbaru ini, kami meningkatkan akurasi fondasi data hingga 98%, dengan cakupan 99% peraturan di Indonesia.”
Teknologi Agentic di Balik Ekosistem Veritask
AiYU dibangun dengan teknologi agentic AI, yang memungkinkan AI merencanakan dan menjalankan langkah secara mandiri melalui orkestrasi model AI, perangkat pencarian, dan mekanisme evaluasi. Teknologi ini menjadi fondasi bagi tiga produk Veritask:
- 01
Core OS — basis peraturan terlengkap dengan pembaruan regulasi harian.
- 02
Legal OS — solusi untuk firma hukum dan tim legal in-house.
- 03
Compliance OS — pengelolaan kepatuhan perusahaan.
Manfaat bagi Industri Hukum Indonesia
Risiko lebih kecil
Salah kutip dan penggunaan aturan yang sudah dicabut menjadi lebih kecil kemungkinannya.
Riset lebih cepat
Riset hukum yang biasa memakan waktu berjam-jam kini bisa dilakukan dalam satu platform.
Akses lebih merata
Firma kecil, UMKM, dan praktisi di luar kota besar mendapat akses informasi hukum yang setara.
“AiYU dibangun bukan untuk menggantikan keahlian praktisi hukum, tetapi untuk membantu mereka bekerja dengan akses informasi dan teknologi yang lebih baik.”
Generasi terbaru AiYU kini dapat dicoba melalui veritask.ai. Pengguna dapat langsung mengujinya dengan pertanyaan hukum mereka sendiri dan memeriksa dasar hukum di balik setiap jawaban.
Tentang Veritask
Perusahaan teknologi hukum & kepatuhan berbasis AI untuk sistem hukum Indonesia. Produk: Core OS, Legal OS, Compliance OS.
Kontak Media
