di desktop Anda.Free Trial aktif — Akses penuh AIYU selama 7 hari, tanpa kartu kredit.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2014 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Imbal Jasa Penjaminan Kredit Usaha Rakyat
Juga dikenal sebagai: PMK 190/PMK.05/2014 · PMK No. 190/PMK.05/2014
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2014 ini bertujuan untuk mengatur tata cara pelaksanaan imbal jasa penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2007 dan Nota Kesepahaman Bersama yang telah disepakati oleh Pemerintah, Perusahaan Penjamin Kredit, dan Bank Pelaksana. Peraturan ini menetapkan bahwa imbal jasa penjaminan KUR (IJP-KUR) merupakan subsidi pemerintah yang dialokasikan dalam APBN dan/atau APBN-Perubahan. Pelaksanaan penjaminan KUR dilakukan melalui perjanjian kerjasama antara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Perusahaan Penjamin. Perusahaan Penjamin diwajibkan menyusun Rencana Penjaminan Tahunan KUR (RPT-KUR) dan menyampaikannya kepada KPA. Besaran IJP-KUR ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan evaluasi yang mempertimbangkan laporan keuangan Perusahaan Penjamin, kemampuan alokasi belanja subsidi, dan data pendukung lainnya. Pembayaran IJP-KUR dilakukan secara tahunan dan disertai dengan verifikasi oleh KPA atau BPKP.