For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1958

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1958 tentang Pemberian Sokongan kepada Sekolah Nasional Partikelir

Also known as: PP 32/1958 · PP No. 32 Tahun 1958 · PP Nomor 32 Tahun 1958

Status:
Inactive
Effective Date:24 Mei 1958Publication Date:14 Mei 1958
Sistem Pendidikan NasionalBantuan Sosial & Penanggulangan Bencana

Information

TypePeraturan Pemerintah (PP)
ThemePemberian Sokongan kepada Sekolah Nasional Partikelir
LocationPemerintah Pusat
Effective Date24 Mei 1958
Publication Date14 Mei 1958
Place of EnactmentJakarta

Peraturan ini mencabut: (-) Peraturan ini mengubah: (-)

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1958 bertujuan untuk memberikan sokongan kepada sekolah nasional partikelir guna memajukan pendidikan nasional. Sokongan ini diberikan dalam bentuk sumbangan, bantuan, atau subsidi, tergantung pada kondisi keuangan dan kemajuan sekolah. Sekolah yang memenuhi syarat dapat menerima sokongan yang dibebankan pada anggaran negara. Syarat utama untuk menerima sokongan adalah bahwa sekolah harus didirikan oleh badan yang teratur dan tidak bersifat komersial, serta harus memenuhi standar pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, sekolah harus memberikan kebebasan beragama kepada murid dan tenaga pengajarnya. Peraturan ini juga mengatur tata cara pemberian sokongan, termasuk penetapan jumlah sokongan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh sekolah penerima.

1. Peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan lama yang tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah ini tetap berlaku sampai diubah, ditambah, atau dicabut dengan peraturan baru. 2. Sejak berlakunya Peraturan Pemerintah ini, semua sekolah yang mendapat sokongan menurut peraturan lama menjadi sekolah yang mendapat sokongan dalam bentuk bantuan dan subsidi berdasarkan Pasal 3 ayat (1) huruf a dan b. 3. Semua Sekolah Rakyat pool yang ada pada saat berlakunya Peraturan Pemerintah ini dihapuskan kedudukannya sebagai sekolah pool dan diserahkan kembali kepada pengusaha sekolah yang bersangkutan, kecuali jika pengusaha sekolah tersebut belum ada atau tidak menginginkan menerima kembali sekolahnya, sekolah tersebut dijadikan sekolah Pemerintah.

1. Menteri berhak mengurangi atau menghentikan pemberian sokongan jika sekolah tidak memenuhi syarat, dianggap cukup kuat untuk berdiri sendiri, tidak menunjukkan kemajuan, ditutup, atau melanggar ketentuan tertentu.