Untuk pengalaman terbaik, bukaVeritaskdi desktop Anda.

Free Trial aktif — Akses penuh AIYU selama 7 hari, tanpa kartu kredit.

Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/3/PBI/2007

Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/3/PBI/2007 Tahun 2007 tentang Lelang dan Penatausahaan Surat Utang Negara

Juga dikenal sebagai: Peraturan BI 9/3/PBI/2007 · Peraturan BI No. 9/3/PBI/2007

Status:
Tidak Berlaku
Tanggal Berlaku:16 Maret 2007Tanggal Penetapan:16 Maret 2007
Utang, Piutang & Hibah NegaraTata Kelola Administrasi Publik

Informasi

TipePeraturan Bank Indonesia
TemaLelang dan Penatausahaan Surat Utang Negara
LokasiBank Indonesia
Tanggal Berlaku16 Maret 2007
Tanggal Penetapan16 Maret 2007
Tempat PenetapanJakarta

Peraturan ini mencabut: 1. Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/19/PBI/2005 tanggal 25 Juli 2005 tentang Penerbitan, Penjualan dan Pembelian serta Penatausahaan Surat Utang Negara.

Peraturan Bank Indonesia ini mengatur tentang lelang dan penatausahaan Surat Utang Negara (SUN). Latar belakang penerbitan peraturan ini adalah penunjukan Bank Indonesia sebagai agen lelang SUN di pasar perdana dan perubahan ketentuan pelaksanaan lelang SUN. Tujuan dari peraturan ini adalah untuk menyusun kerangka kerja yang jelas dan efektif untuk lelang dan penatausahaan SUN. Bank Indonesia memiliki fungsi memberikan masukan dalam penetapan ketentuan penerbitan SUN, bertindak sebagai agen lelang SUN di pasar perdana (termasuk mengumumkan rencana lelang, melaksanakan lelang, menyampaikan hasil penawaran, dan mengumumkan keputusan hasil lelang), serta menatausahakan SUN. SUN yang ditatausahakan oleh Bank Indonesia meliputi Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat, serta diperdagangkan maupun tidak diperdagangkan di pasar sekunder. Lelang SUN di pasar perdana dapat diikuti oleh orang perseorangan, badan hukum, atau Bank Indonesia. Pembelian SUN selain oleh Bank Indonesia dilakukan melalui Peserta Lelang. Bank Indonesia hanya dapat membeli SPN secara langsung dan non-kompetitif. Bank Indonesia melaksanakan lelang setelah menerima pemberitahuan dari Menteri Keuangan mengenai rencana lelang, keputusan hasil lelang, dan penolakan penawaran. Penawaran dapat dilakukan secara kompetitif atau non-kompetitif. Harga SUN bagi pemenang lelang kompetitif ditetapkan dengan metode harga beragam (multiple price), sedangkan untuk non-kompetitif berdasarkan harga rata-rata tertimbang. Penatausahaan SUN dilakukan secara elektronik melalui BI-SSSS, mencakup pencatatan kepemilikan, kliring dan setelmen, serta agen pembayar bunga dan pokok SUN. Pencatatan kepemilikan dilakukan tanpa warkat (scripless) dan secara book entry, dengan sistem two tier yang terdiri dari Central Registry dan Sub-Registry. Setelmen transaksi SPN dilakukan pada T+1, Obligasi Negara pada T+5, dan Buyback pada T+3, dengan prinsip DVP atau FoP. Bank Indonesia berwenang mendebet rekening giro Rupiah Bank dan/atau Bank pembayar dalam rangka pembelian SUN, serta mendebet rekening SUN milik Pemerintah dalam rangka setelmen penjualan SUN.

(-)

Peserta Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana dan Lelang Pembelian Kembali Obligasi Negara (Buyback) yang transaksinya dinyatakan batal dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku.