Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dan pelayanan, menyederhanakan proses bisnis, serta mengakomodasi perkembangan jenis penimbunan dan mutasi barang kena cukai.
Ketentuan substantif dalam peraturan ini meliputi:
1. **Penimbunan Barang Kena Cukai:** Barang kena cukai yang belum dilunasi cukainya dapat ditimbun di TPS atau TPB sesuai ketentuan kepabeanan. Barang kena cukai yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dapat ditimbun di Pabrik atau tempat pengguna fasilitas pembebasan cukai, dengan kewajiban penyelenggaraan pembukuan atau pencatatan.
2. **Pemasukan, Pengeluaran, dan Pengangkutan:** Setiap pemasukan dan pengeluaran barang kena cukai dari Pabrik atau Tempat Penyimpanan wajib diberitahukan dan dilindungi Dokumen Cukai, kecuali untuk barang kena cukai tertentu yang sudah dilunasi cukainya. Pejabat Bea dan Cukai dapat melakukan pengawasan, terutama jika ada dugaan penyimpangan. Dalam keadaan darurat, pengeluaran atau pemindahan barang kena cukai dimungkinkan tanpa Dokumen Cukai dengan kewajiban pelaporan.
3. **Pengangkutan Barang Kena Cukai:** Pengangkutan barang kena cukai, baik yang belum maupun sudah dilunasi cukainya, wajib dilindungi Dokumen Cukai, dengan beberapa pengecualian yang spesifik diatur, seperti untuk tembakau iris, minuman hasil peragian sederhana, barang kena cukai impor dengan fasilitas pembebasan, dan pengangkutan antar Pabrik atau Tempat Penyimpanan dengan NPPBKC yang sama. Pengangkutan barang kena cukai tertentu yang sudah dilunasi cukainya juga wajib dilindungi Dokumen Cukai, termasuk etil alkohol dan minuman mengandung etil alkohol dari berbagai tempat asal ke tujuan tertentu.
4. **Dokumen Cukai:** Dokumen Cukai berfungsi sebagai pemberitahuan mutasi atau pelindung pengangkutan dan disampaikan secara elektronik. Pemberitahuan pabean untuk ekspor, impor, dan antar TPB berlaku sebagai Dokumen Cukai. Peraturan ini juga mengatur mekanisme pengajuan permohonan perpanjangan jangka waktu pengangkutan, serta pembetulan atau pembatalan Dokumen Cukai.