Untuk pengalaman terbaik, bukaVeritaskdi desktop Anda.

Free Trial aktif — Akses penuh AIYU selama 7 hari, tanpa kartu kredit.

Peraturan Pemerintah (PP) No. 10 Tahun 2010

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan Dan Fungsi Kawasan Hutan

Juga dikenal sebagai: PP 10/2010 · PP No. 10 Tahun 2010 · PP Nomor 10 Tahun 2010

Status:
Tidak Berlaku
Tanggal Berlaku:22 Januari 2010Tanggal Penetapan:22 Januari 2010
Kehutanan & Perkebunan

Informasi

TipePeraturan Pemerintah (PP)
TemaTata Cara Perubahan Peruntukan Dan Fungsi Kawasan Hutan
LokasiPemerintah Pusat
Tanggal Berlaku22 Januari 2010
Tanggal Penetapan22 Januari 2010
Tempat PenetapanJakarta

Peraturan ini mencabut: (-) Peraturan ini mengubah: (-)

Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2010 ini ditetapkan untuk mengatur tata cara perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan di Indonesia. Latar belakang kebijakan ini adalah untuk menyesuaikan dengan dinamika pembangunan nasional dan aspirasi masyarakat, dengan tetap menjaga keseimbangan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi dari kawasan hutan. Peraturan ini membagi kawasan hutan menjadi tiga fungsi pokok: hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi. Perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan dilakukan melalui mekanisme parsial atau untuk wilayah provinsi, dengan mempertimbangkan hasil penelitian terpadu. Kebijakan ini juga mengatur kewajiban penyediaan lahan pengganti dalam kasus tukar menukar kawasan hutan, serta menetapkan bahwa perubahan harus didahului dengan penelitian dan persetujuan dari pihak terkait, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat untuk perubahan yang berdampak luas dan strategis.

1. Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah ini maka permohonan: a. tukar menukar kawasan hutan produksi tetap dan hutan produksi terbatas yang belum memperoleh persetujuan prinsip, penyelesaiannya diproses sesuai Peraturan Pemerintah ini; b. tukar menukar kawasan hutan yang telah memperoleh Keputusan Menteri tentang pelepasan kawasan hutan dan Keputusan Menteri tentang penetapan lahan pengganti sebagai kawasan hutan yang telah ditetapkan sebelum ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini dinyatakan tetap berlaku; c. pelepasan kawasan hutan yang belum memperoleh persetujuan prinsip, penyelesaiannya diproses sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini; d. tukar menukar kawasan hutan atau pelepasan kawasan hutan yang telah memperoleh persetujuan prinsip tetapi belum memperoleh keputusan pelepasan kawasan hutan dari Menteri, wajib menyesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini; e. pelepasan kawasan hutan yang telah memperoleh Keputusan Menteri tentang pelepasan kawasan hutan yang ditetapkan sebelum ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini dinyatakan tetap berlaku; f. perubahan fungsi kawasan hutan yang belum memperoleh Keputusan Menteri, diproses sesuai dengan Peraturan Pemerintah ini; g. perubahan fungsi kawasan hutan yang telah memperoleh Keputusan Menteri tentang perubahan fungsi kawasan hutan yang ditetapkan sebelum ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini dinyatakan tetap berlaku; h. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah provinsi atau perubahan fungsi kawasan hutan wilayah provinsi, yang belum memperoleh Keputusan Menteri diproses sesuai dengan Peraturan Pemerintah ini; i. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah provinsi atau perubahan fungsi kawasan hutan wilayah provinsi, yang telah memperoleh Keputusan Menteri sebelum ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini dinyatakan tetap berlaku. 2. Kawasan hutan produksi yang telah diberikan persetujuan prinsip pelepasan kawasan hutan untuk usaha perkebunan kepada badan usaha sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, maka: a. badan usaha wajib menyerahkan lahan pengganti dengan rasio 1:1 dan memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (4) kecuali huruf c; b. penyerahan lahan pengganti sebagaimana dimaksud pada huruf a dilakukan paling lama 12 (dua belas) tahun sejak berlakunya Peraturan Pemerintah ini. 3. Semua peraturan pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan yang telah ada, sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah ini, tetap berlaku sampai dengan dikeluarkannya peraturan pelaksanaan berdasarkan Peraturan Pemerintah ini.

1. Persetujuan prinsip tukar menukar kawasan hutan dapat dibatalkan oleh Menteri apabila: a. tidak memenuhi kewajiban dalam tenggang waktu yang diberikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3); dan/atau b. melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4). 2. Pembatalan persetujuan prinsip tukar menukar kawasan hutan dikenai setelah diberikan peringatan tertulis oleh Menteri sebanyak 3 (tiga) kali masing-masing dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja untuk setiap kali peringatan. 3. Persetujuan prinsip pelepasan kawasan hutan dapat dibatalkan oleh Menteri apabila: a. tidak memenuhi kewajiban dalam tenggang waktu yang diberikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) dan ayat (2); b. melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (4); atau c. pemegang persetujuan prinsip pelepasan kawasan hutan membuka kawasan hutan sebelum mendapat dispensasi dari Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1). 4. Pembatalan persetujuan prinsip pelepasan kawasan hutan dikenai setelah diberikan peringatan tertulis oleh Menteri sebanyak 3 (tiga) kali masing-masing dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja untuk setiap kali peringatan.