Peraturan Daerah ini mengatur tentang penyertaan modal Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Latar belakangnya adalah untuk memperkuat struktur permodalan BUMD agar lebih kompetitif, tumbuh, dan berkembang. Selain itu, terdapat perubahan bentuk hukum dan nama dari beberapa BUMD serta pembubaran BUMD, sehingga perlu menetapkan kembali peraturan daerah tentang penyertaan modal. Tujuan penyertaan modal adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian daerah, meningkatkan pendapatan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ruang lingkup penyertaan modal meliputi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, PT BPR BKK Grogol (Perseroda), PT BPR BKK Jateng (Perseroda), BPR Bank Sukoharjo (Perseroda), Perumda Air Minum, Percada, PT. BPR Syariah, Perusahaan Daerah Pertanian Kabupaten Sukoharjo, dan Perumda Aneka Usaha dan Jasa. Peraturan ini mengatur jumlah penyertaan modal yang disetor kepada masing-masing BUMD hingga tahun 2023, yang dianggarkan melalui APBD tahun anggaran berkenaan. Pemerintah Daerah berhak menerima dividen atau pembagian laba sesuai prosentase kepemilikan saham pada BUMD setiap tahun dan mempunyai hak suara dalam RUPS BUMD. BUMD wajib melaporkan kemajuan perkembangan perusahaan kepada Bupati dan melaksanakan keputusan RUPS atau KPM.