Undang-Undang ini bertujuan untuk menyesuaikan jumlah bea meterai dalam Aturan Bea Meterai 1921 dengan kondisi ekonomi saat ini. Perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan penerimaan negara dari penjualan meterai dengan menaikkan bea meterai yang paling rendah, yang paling banyak digunakan. Perubahan ini juga mencakup penyesuaian jumlah bea meterai untuk beberapa jenis barang, terutama hasil bumi, yang harganya telah meningkat secara signifikan. Selain itu, jenis barang yang dikenakan bea meterai juga ditambah. Perubahan ini diharapkan tidak atau sangat sedikit mempengaruhi harga barang-barang yang dikenakan bea meterai.