Peraturan ini bertujuan untuk mengatur pengeluaran surat perbendaharaan Republik Indonesia untuk tahun 1957, dengan mempertimbangkan kebutuhan akan pengelolaan hutang negara. Pengeluaran surat perbendaharaan diatur agar dapat dilakukan dengan mematuhi ketentuan yang berlaku. Menteri Keuangan diberi kuasa untuk mengeluarkan bilyet-bilyet perbendaharaan yang dapat digunakan sebagai jaminan untuk kredit yang diajukan di Bank Indonesia, dengan syarat-syarat tertentu. Besaran pengeluaran surat perbendaharaan diatur dalam beberapa pasal dengan batas maksimum yang telah ditentukan. Bilyet-bilyet perbendaharaan dan promes perbendaharaan juga dijelaskan dalam hal nilai, jangka waktu, serta bunga yang berlaku. Hal ini menunjukkan adanya kejelasan dalam tata cara dan ketentuan dalam pengeluaran surat perbendaharaan untuk memenuhi kebutuhan fiskal negara.