For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 10 Tahun 2019

Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 10 Tahun 2019 tentang PERUBAHAN KEDUA ATAS QANUN ACEH NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG LEMABAGA WALI NANGGROE

Also known as: QANUN Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 10/2019 · QANUN Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam No. 10 Tahun 2019 · QANUN Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 10 Tahun 2019

Status:
Active
Effective Date:18 Oktober 2019Publication Date:18 Oktober 2019
Pembentukan Lembaga Negara

Information

TypeQanun
ThemePERUBAHAN KEDUA ATAS QANUN ACEH NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG LEMABAGA WALI NANGGROE
LocationPemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Effective Date18 Oktober 2019
Publication Date18 Oktober 2019
Place of EnactmentBanda Aceh

Peraturan ini mengubah: 1. Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe (Lembaran Aceh Tahun 2012 Nomor 8, Tambahan Lembaran Aceh Nomor 45) sebagaimana telah diubah dengan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Qanun Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe (Lembaran Aceh Tahun 2013 Nomor 9, Tambahan Lembaran Aceh Nomor 53).

Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe dibentuk dengan maksud untuk memperkuat eksistensi kelembagaan, tugas, fungsi, dan wewenang Wali Nanggroe sesuai dengan amanah Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka, Pasal 96 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, serta dinamika perkembangan masyarakat di Aceh.

Perubahan-perubahan substansial yang diatur dalam Qanun ini meliputi:

  1. Perubahan terhadap definisi, prinsip, dan tujuan Lembaga Wali Nanggroe.
  2. Perubahan susunan kelembagaan Wali Nanggroe, termasuk penambahan Wazir/Staf Wali Nanggroe.
  3. Perubahan terhadap Majelis Tinggi, Majelis Fatwa, dan Majelis Tuha Lapan Wali Nanggroe.
  4. Penghapusan beberapa pasal terkait dengan tugas dan fungsi lembaga.
  5. Perubahan terhadap Keurukon Katibul Wali/Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe.
  6. Perubahan terkait hak dan kewenangan Wali Nanggroe dan Waliyul'ahdi.
  7. Perubahan terhadap ketentuan mengenai pemilihan dan penetapan Wali Nanggroe dan Waliyul'ahdi.
  8. Perubahan terhadap ketentuan mengenai anggaran dan tunjangan Lembaga Wali Nanggroe.

Qanun ini juga mengatur mengenai ketentuan peralihan dan ketentuan penutup untuk memastikan kelancaran implementasi perubahan yang diatur.

1. Pada saat Qanun ini berlaku, semua ketentuan yang ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Qanun ini. 2. Wali Nanggroe I sampai dengan VIII dan Waliyul'ahdi yang telah ada sebelum Qanun ini diundangkan tetap diakui. 3. Turunan Wali Nanggroe I sampai dengan VII sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bahagian tidak terpisahkan dengan Qanun ini. 4. Almarhum Dr. Tengku Hasan Muhammad di Tiro adalah Wali Nanggroe VIII. 5. Waliyul'ahdi pada masa Wali Nanggroe VIII Dr. Tengku Hasan Muhammad di Tiro sebagaimana dimaksud pada ayat (4) adalah Tengku Malik Mahmud Al-Haytar. 6. Sejak berpulang ke Rahmatullah Wali Nanggroe Dr. Tengku Hasan Muhammad di Tiro, maka Waliyul'ahdi Tengku Malik Mahmud Al-Haytar ditetapkan sebagai Wali Nanggroe IX. 7. Pengukuhan Tengku Malik Mahmud Al-Haytar sebagai Wali Nanggroe IX sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dilaksanakan dalam Rapat Paripurna DPRA yang bersifat istimewa. 8. Pengukuhan Teungku Malik Mahmud Al-Haytar sebagai Wali Nanggroe IX dalam rapat Paripurna DPRA pada tanggal 14 Desember 2018 diakui keabsahannya dan berlaku sejak tanggal pengukuhan. 9. Kelembagaan Wali Nanggroe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 yang belum dapat dibentuk berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Qanun ini, maka untuk pertama kalinya dibentuk dan ditetapkan oleh Wali Nanggroe. 10. Pada saat Qanun ini mulai berlaku struktur organisasi dan tata kerja perangkat Lembaga Wali Nanggroe yang dibentuk oleh Wali Nanggroe sebelum Qanun ini diundangkan, tetap berlaku sampai dengan dibentuknya perangkat Lembaga Wali Nanggroe berdasarkan Qanun ini.

(-)