Untuk pengalaman terbaik, bukaVeritaskdi desktop Anda.

Free Trial aktif — Akses penuh AIYU selama 7 hari, tanpa kartu kredit.

Peraturan Kepala Badan Standardisasi Nasional Nomor 1 Tahun 2011

Peraturan Kepala Badan Standardisasi Nasional Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pedoman Standardisasi Nasional Nomor 301 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Secara Wajib

Juga dikenal sebagai: Perka BSN 1/2011 · Perka BSN No. 1 Tahun 2011 · Perka BSN Nomor 1 Tahun 2011

Status:
Tidak Berlaku
Tanggal Berlaku:28 Februari 2011Tanggal Penetapan:1 Februari 2011
Standar & Pedoman Teknis

Informasi

TipePeraturan Kepala Badan Standardisasi Nasional
TemaPedoman Standardisasi Nasional Nomor 301 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Secara Wajib
LokasiBadan Standardisasi Nasional
Tanggal Berlaku28 Februari 2011
Tanggal Penetapan01 Februari 2011
Tempat PenetapanJakarta

Peraturan ini mencabut: 1. Keputusan Kepala Badan Standardisasi Nasional Nomor 27/KEP/BSN/08/2003 tentang Penetapan Pedoman Standardisasi Nasional Nomor 301 Tahun 2003 tentang Pedoman Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib.

Peraturan Kepala Badan Standardisasi Nasional ini menetapkan Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) Nomor 301 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara Wajib. PSN ini ditujukan sebagai pedoman bagi instansi teknis dalam memberlakukan regulasi teknis berbasis SNI yang terkait dengan Perjanjian Technical Barriers to Trade (TBT). Ruang lingkup PSN mencakup persiapan dan kajian pemberlakuan SNI secara wajib, penyusunan program nasional regulasi teknis, perumusan regulasi teknis, notifikasi rancangan regulasi teknis, penetapan, implementasi, pengawasan, evaluasi, dan kaji ulang regulasi teknis. SNI pada dasarnya bersifat sukarela, namun dapat diberlakukan wajib jika berkaitan dengan kepentingan keamanan nasional, keselamatan, kesehatan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, atau pertimbangan ekonomis. Instansi teknis harus melakukan analisis manfaat dan risiko sebelum memberlakukan SNI secara wajib. Regulasi teknis yang ditetapkan harus mencakup tujuan, dasar hukum, informasi rinci tentang barang/jasa yang diregulasi, SNI yang dijadikan acuan, prosedur penilaian kesesuaian, ketentuan tentang sanksi, dan aturan pelaksanaan. Rancangan regulasi teknis harus dinotifikasikan ke WTO melalui BSN. Pengawasan pra pasar dan pasar dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi teknis. Efektivitas regulasi teknis dievaluasi dan dikaji ulang secara berkala.

(-)

(-)