Peraturan Daerah ini mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2020. Perubahan ini meliputi pendapatan daerah yang semula Rp7.230.905.164.000,00 menjadi Rp6.681.176.816.834,00; belanja daerah yang semula Rp7.580.905.164.000,00 menjadi Rp7.072.219.770.895,00; sehingga terdapat defisit sebesar Rp391.042.954.061,00. Pembiayaan daerah mencakup penerimaan yang semula Rp350.000.000.000,00 menjadi Rp391.042.954.061,00 dan pengeluaran tetap Rp0,00. Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Dalam keadaan darurat, Pemerintah Daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya, pergeseran anggaran belanja, dan penghematan belanja daerah dengan pemberitahuan kepada DPRD. Ketentuan lebih lanjut mengenai penjabaran perubahan APBD diatur dengan Peraturan Gubernur.