Peraturan Daerah Kota Banjarmasin ini mengatur tentang penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (PT. Bank Kalsel). Maksud dari penyertaan modal ini adalah untuk meningkatkan Pendapatan Daerah yang berasal dari dividen PT. Bank Kalsel. Tujuannya adalah untuk mendukung penguatan struktur permodalan, daya saing, dan kinerja Bank Kalsel, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian Daerah, meningkatkan pendapatan asli Daerah melalui perolehan dividen, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyertaan modal dilaksanakan berdasarkan prinsip *profit oriented*.
Berdasarkan peraturan ini, Pemerintah Daerah melakukan penyertaan modal kepada PT. Bank Kalsel sebesar Rp70.000.597.704,00 yang berasal dari APBD pada tahun anggaran 2022 hingga 2026. Penyertaan modal ini dilaksanakan dalam bentuk uang. Selain itu, Pemerintah Daerah telah melakukan penyertaan modal sebelumnya kepada PT. Bank Kalsel selama periode tahun anggaran 1993 sampai dengan tahun anggaran 2020 sebesar Rp140.800.402.296,00. Dengan adanya penyertaan modal ini, jumlah seluruh penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada PT. Bank Kalsel diproyeksikan sebesar Rp210.801.000.000,00.
Penyertaan modal ini dilaksanakan melalui APBD dan dicatat sebagai kekayaan daerah yang dipisahkan dalam laporan keuangan Pemerintah Daerah serta sebagai penyertaan modal daerah dalam laporan keuangan PT. Bank Kalsel. Bagi hasil keuntungan penyertaan modal ini menjadi hak daerah berupa dividen yang disetorkan ke kas daerah dan dialokasikan dalam APBD sebagai pendapatan asli daerah. Penggunaan penyertaan modal ini dilaporkan oleh pihak Direksi kepada Wali Kota selaku pemegang saham, dan Wali Kota melakukan pengawasan terhadap penyertaan modal ini.