Untuk pengalaman terbaik, bukaVeritaskdi desktop Anda.

Free Trial aktif — Akses penuh AIYU selama 7 hari, tanpa kartu kredit.

Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Kebumen Nomor 16 Tahun 2023

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kebumen Nomor 16 Tahun 2023 tentang Garis Sempadan

Juga dikenal sebagai: Perda Kabupaten Kebumen 16/2023 · Perda Kabupaten Kebumen No. 16 Tahun 2023 · Perda Kabupaten Kebumen Nomor 16 Tahun 2023

Status:
Berlaku
Tanggal Berlaku:29 Desember 2023Tanggal Penetapan:29 Desember 2023
Pertanahan & Penataan Ruang

Informasi

TipePeraturan Daerah (Perda)
TemaGaris Sempadan
LokasiPemerintah Kabupaten Kebumen
Tanggal Berlaku29 Desember 2023
Tanggal Penetapan29 Desember 2023
Tempat PenetapanKebumen

(-)

Peraturan Daerah ini mengatur tentang garis sempadan di Kabupaten Kebumen. Tujuan dari peraturan ini adalah untuk menciptakan ketertiban bangunan dan lingkungan sesuai dengan fungsi kawasan yang direncanakan, serta menyelenggarakan pembangunan dan pelestarian lingkungan secara optimal, serasi, seimbang, terpadu, tertib, lestari, dan berkelanjutan.

Ketentuan substansial dalam peraturan ini meliputi:

  1. Garis Sempadan Sungai: Menetapkan garis sempadan untuk sungai bertanggul dan tidak bertanggul, baik di dalam maupun di luar kawasan perkotaan, berdasarkan kedalaman dan lebar sungai.
  2. Garis Sempadan Jaringan Irigasi: Mengatur garis sempadan untuk saluran irigasi bertanggul, tidak bertanggul, dan yang terletak pada lereng/tebing, serta garis sempadan untuk saluran pembuang irigasi dan bangunan irigasi.
  3. Garis Sempadan Waduk, Mata Air, dan Pantai: Menetapkan garis sempadan untuk waduk, mata air, dan pantai dengan jarak tertentu dari tepi air atau pusat mata air.
  4. Garis Sempadan Jalan: Mengatur garis sempadan untuk berbagai jenis jalan, termasuk arteri, kolektor, lokal, lingkungan, inspeksi, persimpangan, tikungan, dan jalan masuk, dengan jarak yang berbeda berdasarkan klasifikasi jalan.
  5. Garis Sempadan Jembatan: Menetapkan garis sempadan untuk jembatan dengan jarak tertentu dari pangkal jembatan.
  6. Garis Sempadan Jalur Kereta Api: Pelaksanaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang perkeretaapian.
  7. Garis Sempadan Pagar: Menetapkan garis sempadan pagar yang berhimpit dengan garis sempadan sungai, jaringan irigasi, waduk, mata air, pantai, jalan, dan jalur kereta api.
  8. Garis Sempadan Bangunan: Mengatur garis sempadan bangunan terhadap sungai, saluran irigasi, waduk, mata air, pantai, jalan, jalur kereta api, dan daerah berkepadatan bangunan tinggi, dengan jarak yang berbeda berdasarkan jenis dan lokasi bangunan.
  9. Garis Sempadan Menara Telekomunikasi: Pelaksanaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang menara telekomunikasi.
  10. Pemanfaatan dan Penguasaan Daerah Sempadan: Mengatur pemanfaatan daerah sempadan untuk berbagai kegiatan seperti pertanian, pariwisata, dan penempatan utilitas, serta melarang pembangunan bangunan gedung atau bangunan prasarana pada daerah sempadan tertentu.
  11. Pengendalian: Pengendalian pelaksanaan ketentuan garis sempadan dan pemanfaatan daerah sempadan dilakukan oleh Bupati dan dilaksanakan oleh Perangkat Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya.
  12. Peran Serta Masyarakat: Masyarakat dapat memberikan data dan/atau informasi yang diperlukan kepada Perangkat Daerah untuk keperluan pemeriksaan.

1. Izin pemanfaatan daerah sempadan yang telah diterbitkan dan masih berlaku sebelum diundangkannya Peraturan Daerah ini, tetap berlaku sampai habis masa berlakunya izin. 2. Permohonan izin pemanfaatan daerah sempadan yang sedang dalam proses, dilaksanakan proses penerbitan izin sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Daerah ini. 3. Bangunan di daerah sempadan yang didirikan berdasarkan izin yang diperoleh sesuai prosedur yang benar dinyatakan sebagai status quo dan secara bertahap sampai habis masa berlaku izinnya ditertibkan untuk mengembalikan fungsi sempadan. 4. Bangunan gedung dan/atau Bangunan prasarana yang tidak memiliki izin dan melanggar Garis Sempadan ditertibkan untuk mengembalikan fungsi sempadan. 5. Pelaksanaan penyesuaian untuk Bangunan khusus yang perlu dilindungi atau dilestarikan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

1. Setiap Orang atau Badan yang melanggar ketentuan mengenai larangan melakukan kegiatan dan/atau pembangunan Bangunan gedung atau Bangunan prasarana pada daerah sempadan dikenai sanksi administratif. 2. Sanksi administratif berupa teguran lisan, teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan, penghentian tetap kegiatan, pencabutan izin, pembongkaran Bangunan, dan/atau pemulihan fungsi ruang. 3. Biaya pembongkaran bangunan ditanggung oleh Orang atau Badan yang terbukti melakukan pelanggaran.