Peraturan Daerah ini mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2021. APBD mengalami perubahan dari Rp. 7.994.705.975.729,- menjadi Rp. 7.150.472.335.906,-. Perubahan ini mencakup pendapatan daerah yang semula Rp. 6.283.641.817.542,- menjadi Rp. 5.881.616.887.272,-, belanja daerah yang semula Rp. 7.584.929.735.729,- menjadi Rp. 6.880.672.335.906, dan pembiayaan daerah yang penerimaannya setelah perubahan menjadi Rp. 1.268.855.448.634,- dan pengeluaran setelah perubahan menjadi Rp. 269.800.000.000,-.
Sumber pendapatan daerah meliputi pendapatan asli daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Belanja daerah terdiri atas belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. Pembiayaan daerah mencakup penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Dalam keadaan darurat atau keperluan mendesak, Pemerintah Daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya melalui peraturan Kepala Daerah, yang kemudian akan dimasukkan dalam Perubahan APBD.