Peraturan Daerah Kota Bekasi ini menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi Tahun Anggaran 2015. APBD terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp. 3.662.667.813.067,00, belanja daerah sebesar Rp. 4.188.655.800.274,00, yang mengakibatkan defisit sebesar Rp. (525.987.987.207,00), serta pembiayaan daerah yang mencakup penerimaan sebesar Rp. 550.518.357.007,00 dan pengeluaran sebesar Rp. 24.530.369.800,00, menghasilkan pembiayaan netto sebesar Rp. 525.987.987.207,00. Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Pembiayaan daerah mencakup sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SILPA) dan penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah. Dalam keadaan darurat, Pemerintah Daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya, yang akan diusulkan dalam rancangan Peraturan Daerah perubahan APBD. Pemerintah Kota Bekasi melakukan penyertaan modal pada BUMD dalam rangka meningkatkan PAD, pertumbuhan ekonomi daerah, pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja.