Peraturan Daerah ini mengatur tentang garis sempadan di Kabupaten Pemalang. Latar belakang ditetapkannya peraturan ini adalah untuk mewujudkan pembangunan sarana dan prasarana yang optimal, serasi, seimbang, terpadu, tertib, lestari, dan berkelanjutan, serta untuk menciptakan ketertiban pertanahan, bangunan, dan lingkungan sesuai fungsi kawasan yang direncanakan.
Ketentuan substansial dalam peraturan ini mencakup:
- Garis Sempadan Sungai: Menetapkan jarak minimum garis sempadan untuk sungai bertanggul dan tidak bertanggul, baik di dalam maupun di luar kawasan perkotaan, berdasarkan kedalaman dan luas daerah aliran sungai (DAS).
- Garis Sempadan Saluran: Menetapkan jarak minimum garis sempadan untuk saluran irigasi dan pembuangan bertanggul dan tidak bertanggul, berdasarkan debit saluran.
- Garis Sempadan Waduk, Mata Air, dan Pantai: Menetapkan jarak minimum garis sempadan untuk waduk, mata air, dan pantai.
- Garis Sempadan Jalan: Menetapkan jarak minimum garis sempadan untuk berbagai jenis jalan (arteri, kolektor, lokal, lingkungan, inspeksi), jembatan, dan persimpangan jalan, berdasarkan klasifikasi jalan dan lokasi (kawasan perkotaan atau luar perkotaan).
- Garis Sempadan Pagar: Menetapkan jarak minimum garis sempadan pagar terhadap sungai, saluran, waduk, mata air, pantai, dan jalan, dengan variasi berdasarkan jenis dan lokasi.
- Garis Sempadan Bangunan: Menetapkan jarak minimum garis sempadan bangunan terhadap sungai, saluran, waduk, mata air, pantai, dan jalan, dengan perbedaan untuk bangunan industri/pergudangan dan lokasi.
- Garis Sempadan Jalan Rel Kereta Api: Menetapkan jarak minimum garis sempadan untuk jalur kereta api.
- Pemanfaatan dan Penguasaan Daerah Sempadan: Mengatur pemanfaatan daerah sempadan, dengan ketentuan bahwa daerah sempadan jalan dan jalan rel kereta api tidak boleh dimanfaatkan di luar fungsinya. Pemanfaatan daerah sempadan pantai, sungai, waduk, dan mata air diperbolehkan sepanjang tidak mengurangi fungsi sempadan.