Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 3 Tahun 2012 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Medan Kepada Pihak Ketiga bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyertaan modal yang produktif, efisien, dan efektif dalam bentuk usaha bersama yang saling menguntungkan.
Ketentuan substansial dalam peraturan ini mencakup:
- Bentuk Penyertaan Modal Daerah: Penyertaan modal dapat dilakukan dalam rangka pendirian Perseroan Terbatas, penyertaan modal yang belum terdapat saham milik Daerah, penambahan penyertaan modal yang sudah ada saham milik Daerah, dan pengurangan penyertaan modal.
- Sumber dan Batasan Penyertaan Modal: Penyertaan modal bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan batasan maksimal 5% dari total pendapatan Daerah setiap tahunnya.
- Tata Cara Penyertaan Modal: Pemerintah Daerah wajib melakukan pengkajian kelayakan sebelum menetapkan rencana penyertaan modal, yang dilakukan oleh Tim Penilai Kelayakan Penyertaan Modal. Rencana penyertaan modal harus disetujui oleh DPRD.
- Pelaksanaan Penyertaan Modal: Dana penyertaan modal dapat dicairkan setelah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah, dan hasil usaha penyertaan modal disetorkan ke kas Daerah.
- Penatausahaan Penyertaan Modal: Kepala Bappeda melaporkan seluruh pelaksanaan penyertaan modal kepada Kepala BPKD untuk penatausahaan.
- Pembinaan dan Pengawasan: Kepala Daerah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyertaan modal Daerah, yang dapat didelegasikan kepada pejabat yang ditunjuk.