Peraturan Daerah ini mengatur pengelolaan zakat di Kabupaten Kutai Timur dengan tujuan meningkatkan pelayanan masyarakat dalam menunaikan zakat, infaq, dan shadaqah, meningkatkan fungsi pranata keagamaan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial, serta meningkatkan hasil guna zakat. Pengelolaan zakat meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infaq, dan shadaqah.
Zakat terdiri dari Zakat Mal dan Zakat Fitrah, yang meliputi emas, perak, uang, surat berharga, peternakan, perikanan, perindustrian, pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, hasil pendapatan, jasa, dan rikaz. Muzakki (wajib zakat) meliputi perorangan muslim dan badan usaha milik muslim. Muzakki wajib mengeluarkan zakat melalui BAZNAS Kabupaten. BAZNAS dapat bekerja sama dengan bank dalam pengumpulan zakat. PNS yang beragama Islam dapat dipotong gajinya untuk zakat melalui bendaharawan jika telah mencapai nisab. BAZNAS juga dapat menerima hibah, wasiat, waris, atau kifarat.
Hasil pengumpulan zakat didayagunakan untuk mustahiq (penerima zakat) berdasarkan prioritas kebutuhan, terutama di wilayah Muzakki. Infaq, shadaqah, hibah, wasiat, waris, dan kifarat didayagunakan untuk usaha produktif dan bantuan sosial, dengan mengutamakan fakir miskin. Pengelolaan zakat dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten yang bertanggung jawab kepada Bupati dan BAZNAS Provinsi. BAZNAS dapat membentuk UPZ di instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta. Masyarakat dapat membentuk LAZ untuk membantu BAZNAS dalam pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat.