Peraturan Daerah ini mengatur tentang penyertaan modal Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu. Tujuan penyertaan modal adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, mendayagunakan aset daerah, menciptakan lapangan usaha dan kerja, serta meningkatkan pendapatan asli daerah. Penyertaan modal dapat berupa uang (dianggarkan dalam APBD), barang bergerak dan tidak bergerak, atau fasilitas pemerintah daerah. Bentuk penyertaan modal meliputi penyertaan kepada BUMD (Perumda atau Perseroda), pembentukan perusahaan baru, pembelian saham perusahaan, dan pengelolaan aset daerah melalui kontrak atau kerjasama. Besaran penyertaan modal disesuaikan dengan jenis usaha. Penilaian aset daerah yang disertakan dilakukan oleh Panitia Penaksir atau Lembaga Independen. Tata cara penyertaan modal diatur, termasuk penyertaan kepada BUMD (melalui rencana usaha dan persetujuan), pembelian saham (melalui pengkajian dan persetujuan DPRD), dan penyertaan dalam bentuk aset daerah (dengan persetujuan DPRD). Pelaksanaan penyertaan modal dilakukan oleh pejabat/kuasa yang ditunjuk oleh Bupati. Hasil usaha penyertaan modal disetor ke Kas Daerah. Pemerintah Daerah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyertaan modal. Direksi BUMD wajib melaporkan realisasi penyertaan modal kepada Bupati.