Untuk pengalaman terbaik, bukaVeritaskdi desktop Anda.

Free Trial aktif — Akses penuh AIYU selama 7 hari, tanpa kartu kredit.

Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Ketapang No. 1 Tahun 2012

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Ketapang Nomor 1 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Juga dikenal sebagai: Perda Kabupaten Ketapang 1/2012 · Perda Kabupaten Ketapang No. 1 Tahun 2012 · Perda Kabupaten Ketapang Nomor 1 Tahun 2012

Status:
Berlaku
Tanggal Berlaku:11 Januari 2012Tanggal Penetapan:11 Januari 2012
Anggaran Belanja Daerah

Informasi

TipePeraturan Daerah (Perda)
TemaAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
LokasiPemerintah Kabupaten Ketapang
Tanggal Berlaku11 Januari 2012
Tanggal Penetapan11 Januari 2012
Tempat PenetapanKetapang

Peraturan ini mengubah: 1. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2005 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Ketapang sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Ketapang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Ketapang Nomor 1 Tahun 2005 tentang kedudukan Protokoler dan Keuangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ketapang.

Peraturan Daerah ini menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ketapang Tahun Anggaran 2012. APBD terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp 1.013.392.621.326, belanja daerah sebesar Rp 1.026.366.246.326, yang mengakibatkan defisit sebesar Rp 12.973.625.000. Pembiayaan daerah mencakup penerimaan sebesar Rp 33.404.616.000 dan pengeluaran sebesar Rp 20.430.991.000, menghasilkan pembiayaan netto sebesar Rp 12.973.625.000. Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. PAD mencakup pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah. Dana perimbangan terdiri dari dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus. Lain-lain pendapatan daerah yang sah terdiri dari dana bagi hasil dari provinsi dan bantuan keuangan dari provinsi. Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung mencakup belanja pegawai, belanja bunga, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bantuan keuangan kepada pemerintahan desa, dan belanja tidak terduga. Belanja langsung mencakup belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan dan pengeluaran. Pengeluaran mencakup penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah dan pembayaran pokok utang.

(-)

(-)