Untuk pengalaman terbaik, bukaVeritaskdi desktop Anda.

Free Trial aktif — Akses penuh AIYU selama 7 hari, tanpa kartu kredit.

Qanun Kota Banda Aceh Nomor 8 Tahun 2021

Qanun Kota Banda Aceh Nomor 8 Tahun 2021 tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Kota Banda Aceh Tahun Anggaran 2022

Juga dikenal sebagai: QANUN Kota Banda Aceh 8/2021 · QANUN Kota Banda Aceh No. 8 Tahun 2021 · QANUN Kota Banda Aceh Nomor 8 Tahun 2021

Status:
Berlaku
Tanggal Berlaku:24 Desember 2021Tanggal Penetapan:24 Desember 2021
Anggaran Belanja Daerah

Informasi

TipeQanun
TemaAnggaran Pendapatan Dan Belanja Kota Banda Aceh Tahun Anggaran 2022
LokasiPemerintah Kota Banda Aceh
Tanggal Berlaku24 Desember 2021
Tanggal Penetapan24 Desember 2021
Tempat PenetapanBanda Aceh

(-)

Qanun Kota Banda Aceh Nomor 8 Tahun 2021 menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Banda Aceh Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 1.378.971.730.417. Pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 1.374.271.730.417, bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan transfer. PAD terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah. Pendapatan transfer terdiri dari pendapatan transfer pemerintah pusat dan pendapatan transfer antar daerah. Belanja daerah direncanakan sebesar Rp 1.378.971.730.417, meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. Belanja operasi mencakup belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, dan belanja bantuan sosial. Belanja modal meliputi belanja modal tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, jaringan, dan irigasi, serta aset tetap lainnya. Belanja transfer terdiri dari belanja bagi hasil dan belanja bantuan keuangan. Pembiayaan daerah meliputi penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya, pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah, dan penerimaan pembiayaan lainnya. Pengeluaran pembiayaan terdiri dari pembentukan dana cadangan, penyertaan modal daerah, pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo, pemberian pinjaman daerah, dan pengeluaran pembiayaan lainnya. Terdapat defisit sebesar Rp. -4.700.000.000 yang ditutupi dengan pembiayaan netto sebesar Rp. 4.700.000.000.

(-)

(-)