di desktop Anda.Free Trial aktif — Akses penuh AIYU selama 7 hari, tanpa kartu kredit.
Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kaimana Nomor 1 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012
Juga dikenal sebagai: Perda Kabupaten Kaimana 1/2012 · Perda Kabupaten Kaimana No. 1 Tahun 2012 · Perda Kabupaten Kaimana Nomor 1 Tahun 2012
Peraturan Daerah Kabupaten Kaimana Nomor 01 Tahun 2012 menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kaimana untuk Tahun Anggaran 2012. APBD ini mencakup pendapatan daerah sebesar Rp. 674.434.670.103,- dan belanja daerah sebesar Rp. 676.465.782.179,-, sehingga terdapat defisit sebesar Rp. (2.031.112.076),-. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan Rp. 0,- dan pengeluaran Rp. 1.500.000.000,-, menghasilkan pembiayaan netto sebesar Rp.(1.500.000.000),- dan sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan sebesar Rp. 3.531.112.076,-.
Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. PAD mencakup pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah. Dana Perimbangan terdiri dari Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus. Lain-lain pendapatan daerah yang sah mencakup hibah, dana darurat, dana bagi hasil pajak, dana penyesuaian dan otonomi khusus, serta bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya.
Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung mencakup belanja pegawai, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil, belanja bantuan keuangan, dan belanja tidak terduga. Belanja langsung mencakup belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal.
Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan dan pengeluaran. Penerimaan mencakup sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya (SILPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman, dan penerimaan piutang daerah. Pengeluaran mencakup pembentukan dana cadangan, penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah, pembayaran pokok utang, dan pemberian pinjaman daerah.