Peraturan Daerah ini mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2020. Perubahan ini meliputi pendapatan daerah yang semula Rp. 2.601.398.399.322,73 menjadi Rp 2.414.549.783.857,01 setelah berkurang Rp. 186.848.615.465,72. Belanja daerah bertambah dari Rp. 2.697.295.777.507,40 menjadi Rp. 2.818.059.314.310,00 setelah bertambah Rp. 120.763.536.802,60, menyebabkan defisit setelah perubahan menjadi (Rp. 403.509.530.452,99). Pembiayaan daerah mengalami perubahan pada penerimaan yang bertambah dari Rp. 95.897.378.184,67 menjadi Rp. 403.509.530.452,99 setelah bertambah Rp. 307.612.152.268,32, sementara pengeluaran tetap Rp. 0,00. Pembiayaan netto setelah perubahan adalah Rp. 403.509.530.452,99, dengan sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan setelah perubahan menjadi Rp. 0,00.
Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah. PAD mengalami penurunan, sementara Dana Perimbangan juga berkurang. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah mengalami peningkatan. Belanja daerah terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. Belanja Tidak Langsung meliputi Belanja Pegawai, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil, Belanja Bantuan Keuangan, dan Belanja Tidak Terduga. Belanja Langsung meliputi Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, serta Belanja Modal. Pembiayaan daerah terdiri dari Penerimaan Pembiayaan Daerah dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah, dengan SiLPA tahun anggaran sebelumnya menjadi komponen utama penerimaan.