Undang-Undang ini mengatur tentang pemeriksaan perkara pidana di luar hadir terdakwa pada Pengadilan Negeri. Apabila terdakwa yang tidak ditahan tidak hadir pada hari sidang, hakim akan memeriksa apakah terdakwa telah diberi tahu dengan semestinya. Jika terdakwa tidak hadir meskipun telah diberi tahu, hakim dapat memerintahkan pemeriksaan dan putusan di luar hadir terdakwa, dengan ketentuan saksi dan ahli dapat didengar pada hari sidang. Terhukum kemudian akan diberitahu mengenai putusan dan kemungkinan mengajukan perlawanan dalam waktu tujuh hari. Perlawanan diajukan secara lisan kepada hakim dan dicatat, yang kemudian membatalkan putusan sebelumnya. Hakim akan memberitahukan perlawanan kepada jaksa dan menentukan hari sidang berikutnya. Jika terdakwa tidak hadir pada sidang tersebut, perlawanan batal dan putusan semula berlaku. Pemeriksaan di luar hadir terdakwa tidak berlaku untuk kejahatan yang diancam dengan hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara setinggi-tingginya 20 tahun. Undang-undang ini juga mengatur penyesuaian istilah untuk daerah di luar Jawa dan Madura.