Peraturan ini bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) berupa Rumah Negara yang tertib, terarah, dan akuntabel. Menteri Keuangan sebagai Pengelola Barang memiliki kewenangan menetapkan status penggunaan, memberikan persetujuan alih status, pemindahtanganan, dan penghapusan BMN berupa Rumah Negara. Pengguna Barang, termasuk Menteri/Pimpinan Lembaga dan Menteri Pekerjaan Umum, memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam penggunaan, pemindahtanganan, dan penghapusan BMN. Rumah Negara dibagi menjadi tiga golongan: Golongan I untuk pejabat tertentu, Golongan II untuk Pegawai Negeri, dan Golongan III yang dapat dijual kepada penghuninya. Pengelolaan BMN meliputi penetapan status penggunaan, alih status, alih fungsi, pemindahtanganan, dan penghapusan. Pengawasan dan pengendalian dilakukan oleh Pengelola Barang, Pengguna Barang, dan Kuasa Pengguna Barang.