For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan Nomor 3/PLPS/2008 Tahun 2008

Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan Nomor 3/PLPS/2008 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan Nomor 5/PLPS/2006 tentang Penanganan Bank Gagal yang Berdampak Sistemik

Also known as: Peraturan LPS 3/PLPS/2008 · Peraturan LPS No. 3/PLPS/2008

Status:
Active
Effective Date:5 Desember 2008Publication Date:5 Desember 2008
Perbankan & Lembaga KeuanganKebijakan Perekonomian Nasional

Information

TypePeraturan Lembaga Penjamin Simpanan
ThemePerubahan atas Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan Nomor 5/PLPS/2006 tentang Penanganan Bank Gagal yang Berdampak Sistemik
LocationLembaga Penjamin Simpanan
Effective Date05 Desember 2008
Publication Date05 Desember 2008
Place of EnactmentJakarta

Peraturan ini mengubah: 1. Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan Nomor 5/PLPS/2006 tentang Penanganan Bank Gagal yang Berdampak Sistemik (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 84)

Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan ini mengubah ketentuan mengenai perkiraan biaya penanganan Bank Gagal Sistemik. Latar belakang perubahan ini adalah untuk mempertegas bahwa biaya penanganan bank gagal tidak hanya mencakup penambahan modal disetor hingga memenuhi Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), tetapi juga biaya lain yang diperlukan agar bank tersebut memenuhi ketentuan tingkat kesehatan bank secara keseluruhan.

Peraturan ini mengatur bahwa LPS menghitung dan menetapkan perkiraan biaya penanganan Bank Gagal Sistemik. Perkiraan biaya ini mencakup jumlah perkiraan biaya untuk menambah modal disetor bank hingga memenuhi ketentuan tingkat kesehatan bank. Perhitungan perkiraan biaya penanganan meliputi jumlah kekurangan KPMM yang ditetapkan oleh LPP dan dapat ditambah dengan jumlah tertentu yang dipandang perlu oleh LPS. Jumlah tertentu ini meliputi seluruh biaya yang diperlukan agar bank gagal masuk dalam kategori sehat pada aspek keuangan, antara lain dari unsur KPMM dan likuiditas yang sekurang-kurangnya memenuhi ketentuan tingkat kesehatan bank yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

(-)

(-)