For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 44 Tahun 2015

Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 44 Tahun 2015 tentang Pedoman Pemberian Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Badan Kepegawaian Negara

Also known as: Perka BKN 44/2015 · Perka BKN No. 44 Tahun 2015 · Perka BKN Nomor 44 Tahun 2015

Status:
Active
Effective Date:4 November 2015Publication Date:29 Oktober 2015
Aparatur Sipil NegaraStandar & Pedoman Teknis

Information

TypePeraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara
ThemePedoman Pemberian Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Badan Kepegawaian Negara
LocationBadan Kepegawaian Negara
Effective Date04 November 2015
Publication Date29 Oktober 2015
Place of EnactmentJakarta

Peraturan ini mencabut: 1. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 18 Tahun 2009 tentang Pedoman Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Badan Kepegawaian Negara.

Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara ini mengatur tentang pedoman pemberian Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Badan Kepegawaian Negara. Tanda kehormatan ini diberikan kepada PNS yang telah menunjukkan kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, negara, dan pemerintah dengan pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin secara terus-menerus selama minimal 10, 20, atau 30 tahun. Pemberian Satyalancana dilaksanakan pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Ulang Tahun Badan Kepegawaian Negara. Selain kesetiaan dan masa kerja, PNS juga harus memenuhi persyaratan penilaian prestasi kerja baik dalam 2 tahun terakhir, tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat, tidak pernah mengambil cuti di luar tanggungan negara (dengan pengecualian tertentu untuk cuti persalinan), tidak sedang dalam proses pemeriksaan pidana atau pelanggaran disiplin, serta tidak memiliki catatan absensi yang buruk. Kepala Biro Kepegawaian mengusulkan daftar nama PNS yang memenuhi syarat kepada pimpinan unit organisasi, yang kemudian diverifikasi dan disampaikan kembali kepada Kepala Biro Kepegawaian untuk diperiksa sebelum diajukan kepada Tim Penilai. Tim Penilai, yang diketuai oleh Sekretaris Utama, memberikan pertimbangan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara mengenai PNS yang layak menerima Satyalancana Karya Satya.

(-)

(-)