on desktop.Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.
Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sikka Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Rabies
Also known as: Perda Kabupaten Sikka 4/2014 · Perda Kabupaten Sikka No. 4 Tahun 2014 · Perda Kabupaten Sikka Nomor 4 Tahun 2014
Peraturan Daerah ini dibentuk dengan maksud memberikan landasan hukum dalam penetapan berbagai kebijakan dan langkah-langkah penanggulangan rabies di Daerah, serta bertujuan untuk mengoptimalkan upaya penanggulangan rabies. Latar belakang pembentukan peraturan ini adalah karena wabah rabies yang melanda Kabupaten Sikka sejak tahun 1998 membahayakan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta perlunya tindakan legislasi untuk melindungi kepentingan umum, memulihkan dan menjamin ketertiban umum, serta memelihara keberlanjutan fungsi-fungsi sosial dan ekonomi.
Pemerintah Daerah bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan penanggulangan rabies, yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Dinas Kesehatan. Setiap orang atau badan berhak memiliki atau memelihara HPR, mendapat pelayanan terkait pemeliharaan HPR, mengalihkan kepemilikan HPR dalam daerah, dan mendapat penanganan ketika menjadi korban. Sebaliknya, setiap orang atau badan wajib menaati ketentuan mengenai pemeliharaan, vaksinasi, eliminasi, pengalihan kepemilikan HPR, serta penanganan terhadap korban dan HPR.
Ketentuan substansial meliputi kewajiban bagi pemilik HPR untuk melaporkan HPR yang dimilikinya, memiliki Kartu Registrasi HPR dan kartu vaksinasi HPR, serta melaporkan apabila HPR mati atau hilang. Pemilik HPR juga wajib mempersiapkan HPR untuk divaksinasi minimal satu kali setahun. Pemerintah Desa atau Kelurahan melakukan pengecekan administrasi HPR yang tidak memiliki penning dan berkoordinasi dengan Tim eliminasi jika HPR tersebut tidak memiliki Kartu Registrasi HPR dan/atau Kartu Vaksinasi HPR karena kelalaian pemilik HPR. Pengalihan kepemilikan HPR wajib dilaporkan kepada Kepala Desa atau Lurah setempat. Korban gigitan HPR berhak mendapatkan penanganan dan pelayanan kesehatan oleh Pemerintah Daerah. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan observasi HPR yang menggigit seseorang selama 14 hari.