For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Nomor SR.03.01/C/2783/2026

Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Nomor SR.03.01/C/2783/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Ebola

Also known as: SE Dirjen P2 SR.03.01/C/2783/2026 · SE Dirjen P2 No. SR.03.01/C/2783/2026

Status:
Active
Effective Date:19 Mei 2026Publication Date:19 Mei 2026
Kesehatan & FarmasiPelayanan Kesehatan

Information

TypeSurat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit
Effective Date19 Mei 2026
Publication Date19 Mei 2026

(-)

Surat Edaran ini diterbitkan sebagai respons terhadap penetapan wabah penyakit ebola yang disebabkan oleh Bundibugyo virus (BDBV) di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh WHO. Tujuan utama kebijakan ini adalah meningkatkan kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan seluruh jajaran kesehatan di Indonesia guna mencegah masuk dan menyebarnya penyakit ebola di wilayah Indonesia.

Kebijakan ini menginstruksikan langkah-langkah strategis bagi Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan (Rumah Sakit dan Puskesmas), UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan, serta Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat. Substansi kebijakan mencakup penguatan surveilans melalui sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR), pengendalian faktor risiko melalui promosi kesehatan dan investigasi terpadu, serta penguatan sumber daya kesehatan yang meliputi peningkatan kapasitas tenaga medis, penyediaan sarana prasarana, pengelolaan spesimen, dan penyusunan rencana kontingensi. Selain itu, diatur pula kewajiban pelaporan kasus dalam waktu kurang dari 24 jam melalui aplikasi SKDR dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan respons cepat terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB).

(-)

(-)