For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 41/POJK.05/2015 Tahun 2015

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 41/POJK.05/2015 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Pengelola Statuter pada Lembaga Jasa Keuangan

Also known as: Peraturan OJK 41/POJK.05/2015 · Peraturan OJK No. 41/POJK.05/2015

Status:
Active
Effective Date:28 Desember 2015Publication Date:21 Desember 2015
Kebijakan Perekonomian Nasional

Information

TypePeraturan Otoritas Jasa Keuangan
ThemeTata Cara Penetapan Pengelola Statuter pada Lembaga Jasa Keuangan
LocationOtoritas Jasa Keuangan
Effective Date28 Desember 2015
Publication Date21 Desember 2015
Place of EnactmentJakarta

Peraturan ini tidak mencabut atau mengubah peraturan lain. (-)

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini mengatur tentang tata cara penetapan Pengelola Statuter pada Lembaga Jasa Keuangan. Latar belakang penetapan peraturan ini adalah untuk melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan kegiatan sektor jasa keuangan oleh OJK serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 62 ayat (6) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. OJK dapat menunjuk Pengelola Statuter untuk mengambil alih seluruh wewenang dan fungsi Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Dewan Pengawas Syariah Lembaga Jasa Keuangan jika memenuhi kriteria tertentu, seperti kondisi keuangan yang membahayakan kepentingan konsumen, ketidaksesuaian kegiatan usaha dengan peraturan perundang-undangan, atau adanya indikasi tindak pidana di sektor jasa keuangan. Pada saat penunjukan Pengelola Statuter, Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Dewan Pengawas Syariah dinyatakan nonaktif. Pengelola Statuter memiliki tugas untuk menyelamatkan kekayaan Lembaga Jasa Keuangan dan/atau konsumen, mengendalikan dan mengelola kegiatan usaha sesuai peraturan perundang-undangan, menyusun rencana kerja penyelamatan, serta melaporkan kegiatannya kepada OJK. Pengelola Statuter berhak atas remunerasi yang ditetapkan oleh OJK dan bertanggung jawab atas segala keputusan dan tindakannya kepada OJK. Biaya penyelenggaraan usaha dan remunerasi Pengelola Statuter dibebankan kepada Lembaga Jasa Keuangan.

(-)

1. Pelanggaran terhadap Pasal 3 ayat (3), ayat (4), Pasal 7 ayat (2), dan Pasal 13 ayat (4) dapat dikenai sanksi administratif berupa teguran tertulis dan/atau larangan menjadi pemegang saham, pengendali, Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Dewan Pengawas Syariah paling lama 5 tahun di sektor jasa keuangan. 2. OJK dapat menetapkan sanksi administratif tambahan atau tindakan tertentu sesuai peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.