on desktop.Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.
Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pacitan Nomor 11 Tahun 2010 tentang PAJAK REKLAME
Also known as: Perda Kabupaten Pacitan 11/2010 · Perda Kabupaten Pacitan No. 11 Tahun 2010 · Perda Kabupaten Pacitan Nomor 11 Tahun 2010
Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pajak Reklame mengatur mengenai pajak atas penyelenggaraan reklame di wilayah Kabupaten Pacitan. Latar belakang peraturan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Peraturan ini mengatur objek dan subjek pajak reklame, dasar pengenaan pajak, tarif pajak, wilayah pemungutan, dan masa pajak. Objek pajak reklame adalah semua penyelenggaraan reklame, dengan pengecualian tertentu seperti reklame melalui media internet, televisi, radio, dan sejenisnya, serta label/merk produk yang melekat pada barang dagangan. Subjek pajak reklame adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan atau menyelenggarakan reklame.
Dasar pengenaan pajak adalah nilai sewa reklame, yang ditetapkan berdasarkan nilai kontrak reklame jika diselenggarakan oleh pihak ketiga, atau dihitung dengan memperhatikan faktor-faktor seperti jenis, bahan, lokasi, waktu, jangka waktu penyelenggaraan, jumlah, dan ukuran media reklame jika diselenggarakan sendiri. Tarif pajak reklame ditetapkan sebesar 10%.
Peraturan ini juga mengatur tata cara pemungutan pajak, termasuk penerbitan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD), Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB), dan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan (SKPDKBT), serta Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD). Wajib Pajak diberikan hak untuk mengajukan keberatan dan banding terhadap ketetapan pajak. Selain itu, diatur pula mengenai pembukuan dan pemeriksaan pajak, kadaluwarsa penagihan, insentif pemungutan, ketentuan khusus mengenai kerahasiaan, dan ketentuan pidana.