on desktop.Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.
Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Banjarnegara Nomor 25 Tahun 2002 tentang Rencana Umum Tata Ruang Kota dengan Kedalaman Rencana Detail Tata Ruang Kota Ibukota Kecamatan Bawang Tahun 2000 sampai dengan Tahun 2009
Also known as: Perda Kabupaten Banjarnegara 25/2002 · Perda Kabupaten Banjarnegara No. 25 Tahun 2002 · Perda Kabupaten Banjarnegara Nomor 25 Tahun 2002
Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 25 Tahun 2002 menetapkan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) dengan kedalaman Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Ibukota Kecamatan Bawang untuk periode 2000-2009. Latar belakangnya adalah untuk mewujudkan kebutuhan hidup masyarakat Ibukota Kecamatan Bawang dan menjadikan Kota Bawang sebagai pusat pelayanan yang optimal, serasi, seimbang, terpadu, tertib, lestari, dan berkelanjutan.
Peraturan ini menetapkan Kota Bawang sebagai pusat kecamatan dengan wilayah pelayanan Kecamatan Bawang. Fungsi kota meliputi pusat pemerintahan kecamatan, kegiatan pariwisata, transportasi (transit antar kota), serta kegiatan strategis berskala regional dan nasional. Kebijakan pengembangan kota mencakup pemerataan pembangunan, penyebaran fasilitas pelayanan, peningkatan aktivitas kekotaan di daerah transisi, pemerataan arah perkembangan fisik kota, peningkatan kualitas hidup perkotaan, pencegahan polusi, pembukaan daerah terisolir, peningkatan fungsi pelayanan pemerintahan, kelancaran lalu lintas, dan peningkatan daya tarik investasi.
Wilayah perencanaan dibagi menjadi 3 blok dengan kepadatan penduduk yang berbeda. Struktur pemanfaatan ruang kota mencakup kawasan perumahan, pertanian/perkebunan, pemerintahan umum, perdagangan dan jasa, industri, fasilitas sosial, ruang terbuka hijau/rekreasi, jalan dan prasarana transportasi, serta peribadatan. Sistem transportasi mencakup jalan arteri primer, kolektor sekunder, jalan lokal, dan sub terminal. Sistem utilitas meliputi jaringan air bersih, telepon, listrik, drainase, dan pengelolaan sampah. Peraturan ini juga mengatur pengembangan pemanfaatan air baku, kepadatan bangunan, ketinggian bangunan, dan garis sempadan.