For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Kepala Badan Keamanan Laut Nomor 6.a Tahun 2020

Peraturan Kepala Badan Keamanan Laut Nomor 6.a Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi Udara Maritim Badan Keamanan Laut Republik Indonesia

Also known as: Perka Bakamla 6.a/2020 · Perka Bakamla No. 6.a Tahun 2020 · Perka Bakamla Nomor 6.a Tahun 2020

Status:
Active
Effective Date:18 Februari 2020Publication Date:18 Februari 2020
Wilayah Kedaulatan NegaraStandar & Pedoman TeknisPertahanan & Keamanan Negara

Information

TypePeraturan Kepala Badan Keamanan Laut
ThemePedoman Penyelenggaraan Operasi Udara Maritim Badan Keamanan Laut Republik Indonesia
LocationBadan Keamanan Laut
Effective Date18 Februari 2020
Publication Date18 Februari 2020
Place of EnactmentJakarta

(-)

Peraturan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia Nomor 6.4 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi Udara Maritim Bakamla RI bertujuan sebagai acuan bagi satuan kerja yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan operasi udara maritim. Operasi udara maritim merupakan bagian tak terpisahkan dari operasi laut untuk mencapai efektivitas, efisiensi, dan responsivitas. Pedoman ini mengatur organisasi operasi udara maritim, aset dan sasaran operasi, tahapan penyelenggaraan (persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran), serta dukungan yang diperlukan. Ketentuan substansial mencakup: - **Organisasi Operasi Udara Maritim:** Struktur organisasi yang melibatkan Kepala Bakamla RI, Deputi Operasi dan Latihan, Direktur Operasi Udara Maritim, Kasubdit Perencanaan Operasi Udara, Kasubdit Dukungan Operasi Udara, Kasubdit Penyelenggaraan Operasi Udara, dan unsur pesawat. - **Aset dan Sasaran:** Aset terdiri dari Kapal Negara (KN), stakeholder terkait, pesawat patroli udara maritim (fix wing dan rotary), dan personel dengan kualifikasi tertentu. Sasaran meliputi kapal pemerintah/negara asing, kapal penangkap ikan asing, kapal dagang, oil rig, kapal dalam bahaya, kapal penyebab pencemaran laut, dan sasaran terpilih di wilayah perbatasan. - **Tahap Penyelenggaraan:** Tahap persiapan meliputi pengumpulan data intelijen, pengorganisasian operasi, penentuan daerah operasi, penyiapan pesawat udara dan personel, jaring komunikasi dan persandian, serta administrasi dan logistik. Tahap pelaksanaan meliputi koordinasi awal, penentuan sasaran, pelaksanaan operasi udara maritim, setting crew, pengiriman berita, koordinasi dan penindakan. Tahap pengakhiran meliputi konsolidasi, pengembalian aset, evaluasi, pembuatan laporan, dan pendistribusian laporan. - **Dukungan:** Dukungan meliputi anggaran, administrasi umum, personel, logistik (akomodasi, transportasi, uang harian, tunjangan jam terbang), komunikasi, kesehatan, dan asuransi.

(-)

(-)