on desktop.Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.
Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kepulauan Riau Nomor 3 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas
Also known as: Perda Provinsi Kepulauan Riau 3/2012 · Perda Provinsi Kepulauan Riau No. 3 Tahun 2012 · Perda Provinsi Kepulauan Riau Nomor 3 Tahun 2012
Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 3 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas bertujuan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas dengan memberikan penghormatan dan kesamaan kedudukan, hak, kewajiban, dan peran dalam segala aspek kehidupan. Latar belakangnya adalah amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas dan perlunya penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Ketentuan substansial dalam peraturan ini mencakup kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah Daerah, badan hukum atau badan usaha, masyarakat, serta keluarga atau orang tua dalam memberikan perlindungan kepada penyandang disabilitas. Pemerintah Daerah memiliki kewajiban untuk melaksanakan kebijakan perlindungan, menetapkan program, melakukan kerja sama, memberikan dukungan sarana dan prasarana, mengalokasikan anggaran, serta membina dan mengawasi penyelenggaraan perlindungan. Badan hukum dan badan usaha berperan sebagai mitra Pemerintah Daerah. Masyarakat berperan serta dalam memberikan perlindungan, memberikan data dan informasi, serta memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah daerah. Keluarga memiliki tanggung jawab penuh sebagai anggota keluarga.
Peraturan ini juga mengatur hak dan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, olahraga, seni budaya, ketenagakerjaan, usaha, pelayanan umum, politik, bantuan hukum, dan informasi. Aksesibilitas juga diatur, mencakup aksesibilitas fisik (bangunan umum, jalan umum, angkutan umum, pertamanan dan permakaman umum) dan non-fisik (pelayanan informasi dan pelayanan khusus). Selain itu, peraturan ini mengatur rehabilitasi (medik, pendidikan, pelatihan, dan sosial) dan bantuan sosial untuk meningkatkan taraf kesejahteraan sosial penyandang disabilitas.