For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014

Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayangunaan Zakat Untuk Usaha Produktif

Also known as: Peraturan Menag 52/2014 · Peraturan Menag No. 52 Tahun 2014 · Peraturan Menag Nomor 52 Tahun 2014

Status:
Active
Effective Date:28 November 2014Publication Date:27 November 2014
Keagamaan & Penyelenggaraan Ibadah

Information

TypePeraturan Menteri Agama
ThemeSyarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayangunaan Zakat Untuk Usaha Produktif
LocationKementerian Agama
Effective Date28 November 2014
Publication Date27 November 2014
Place of EnactmentJakarta

Peraturan ini tidak mencabut atau mengubah peraturan lain.

Peraturan Menteri Agama ini mengatur tentang syarat dan tata cara penghitungan zakat mal dan zakat fitrah, serta pendayagunaan zakat untuk usaha produktif. Latar belakang penetapan peraturan ini adalah untuk melaksanakan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Ketentuan Substansial:

Peraturan ini mengatur berbagai jenis zakat mal, termasuk:

  1. Zakat emas, perak, dan logam mulia lainnya.
  2. Zakat uang dan surat berharga lainnya.
  3. Zakat perniagaan.
  4. Zakat pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
  5. Zakat peternakan dan perikanan.
  6. Zakat pertambangan.
  7. Zakat perindustrian.
  8. Zakat pendapatan dan jasa.
  9. Zakat rikaz.

Peraturan ini juga mengatur syarat harta yang dikenakan zakat, nisab, haul, dan tata cara penghitungannya untuk masing-masing jenis zakat. Selain itu, diatur pula mengenai zakat fitrah, termasuk bentuk dan waktu penunaiannya.

Selanjutnya, peraturan ini mengatur pendayagunaan zakat untuk usaha produktif, dengan syarat kebutuhan dasar mustahik telah terpenuhi, memenuhi ketentuan syariah, menghasilkan nilai tambah ekonomi, dan mustahik berdomisili di wilayah kerja lembaga pengelola zakat. Lembaga pengelola zakat wajib melaporkan pendayagunaan zakat untuk usaha produktif secara berkala.

(-)

(-)