on desktop.Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.
Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Penyandang Disabilitas
Also known as: Perda Kota Bogor 2/2021 · Perda Kota Bogor No. 2 Tahun 2021 · Perda Kota Bogor Nomor 2 Tahun 2021
Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Penyandang Disabilitas bertujuan untuk mewujudkan penghormatan dan pemenuhan hak asasi manusia serta kebebasan dasar penyandang disabilitas secara penuh dan setara, menjamin upaya penghormatan dan pemenuhan hak sebagai martabat yang melekat pada diri penyandang disabilitas, mewujudkan taraf kehidupan penyandang disabilitas yang lebih berkualitas, adil, sejahtera lahir dan batin, mandiri, serta bermartabat, melindungi penyandang disabilitas dari eksploitasi, pelecehan, dan segala tindakan diskriminatif, serta pelanggaran hak asasi manusia, dan memastikan pelaksanaan upaya penghormatan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk mengembangkan diri serta mendayagunakan seluruh kemampuan sesuai bakat dan minat yang dimilikinya untuk menikmati, berperan serta berkontribusi secara optimal, aman, leluasa, dan bermartabat dalam segala aspek kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.
Peraturan ini mengatur kewenangan Pemerintah Daerah Kota dalam pelindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, meliputi penetapan kebijakan, pelaksanaan standar, pemberian insentif, penghargaan, pengembangan kerjasama, dan sosialisasi. Hak-hak penyandang disabilitas yang diatur meliputi berbagai bidang seperti hak hidup, bebas dari stigma, privasi, keadilan hukum, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, politik, keagamaan, keolahragaan, kebudayaan, kesejahteraan sosial, aksesibilitas, pelayanan publik, pelindungan dari bencana, rehabilitasi, konsesi, pendataan, hidup mandiri, berekspresi, berpindah tempat, dan bebas dari diskriminasi. Peraturan ini juga mengatur penyelenggaraan pelindungan penyandang disabilitas yang meliputi perencanaan, pelaksanaan di berbagai bidang (pendidikan, kesehatan, politik, dll.), aksesibilitas, pemberdayaan, partisipasi masyarakat, serta pembentukan Komite Pelindungan Penyandang Disabilitas (KPPD).