Peraturan Daerah ini mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda Tahun Anggaran 2017. Perubahan tersebut meliputi penambahan anggaran pendapatan sebesar Rp.11.943.099.429,00 sehingga menjadi Rp.2.363.197.387.477,00, dan penambahan anggaran belanja sebesar Rp.102.401.450.343,00 sehingga menjadi Rp.2.541.344.738.391,00. Hal ini mengakibatkan defisit setelah perubahan sebesar Rp. (178.147.350.914,00).
Untuk menutupi defisit tersebut, dilakukan penambahan pada sisi pembiayaan daerah, yaitu penerimaan pembiayaan bertambah sebesar Rp. 91.466.350.914,00 sehingga menjadi Rp. 179.155.350.914,00, dan pengeluaran pembiayaan bertambah sebesar Rp. 1.008.000.000,00 sehingga menjadi Rp. 1.008.000.000,00. Pembiayaan neto setelah perubahan menjadi Rp. 178.147.350.914,00, sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran setelah perubahan menjadi Rp. 0,00.
Perubahan pendapatan daerah meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang sah. PAD mengalami penurunan, demikian pula Dana Perimbangan. Sementara itu, lain-lain pendapatan yang sah mengalami kenaikan. Perubahan belanja daerah meliputi Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. Belanja Tidak Langsung mengalami penurunan, terutama pada belanja pegawai, sementara Belanja Langsung mengalami kenaikan.
Perubahan pembiayaan daerah meliputi penerimaan dari SiLPA tahun anggaran sebelumnya dan pengeluaran untuk penyertaan modal (investasi) daerah.