For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Sulawesi Barat No. 8 Tahun 2016

Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulawesi Barat Nomor 8 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Also known as: Perda Provinsi Sulawesi Barat 8/2016 · Perda Provinsi Sulawesi Barat No. 8 Tahun 2016 · Perda Provinsi Sulawesi Barat Nomor 8 Tahun 2016

Status:
Active
Effective Date:30 Desember 2016Publication Date:30 Desember 2016
Anggaran Belanja Daerah

Information

TypePeraturan Daerah (Perda)
ThemeAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
LocationPemerintah Provinsi Sulawesi Barat
Effective Date30 Desember 2016
Publication Date30 Desember 2016
Place of EnactmentMamuju

(-)

Peraturan Daerah ini menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Barat Tahun Anggaran 2017. APBD terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp. 1.843.538.396.396,50, belanja daerah sebesar Rp. 1.963.825.726.029,46, sehingga terdapat defisit sebesar Rp. -120.287.329.632,96. Pembiayaan daerah mencakup penerimaan sebesar Rp. 128.287.329.632,96 dan pengeluaran sebesar Rp. 8.000.000.000,00, menghasilkan pembiayaan neto sebesar Rp. 120.287.329.632,96. Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. PAD meliputi pendapatan pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah. Dana Perimbangan terdiri dari Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, dan DAK Non Fisik. Lain-lain pendapatan daerah yang sah terdiri dari pendapatan lainnya. Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung meliputi belanja pegawai, belanja bunga, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten, belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota/pemerintah desa, dan belanja tidak terduga. Belanja langsung meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan meliputi SILPA tahun sebelumnya, pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman, dan penerimaan piutang daerah. Pengeluaran pembiayaan meliputi pembentukan dana cadangan, penyertaan modal, pembayaran pokok utang, dan pemberian pinjaman daerah.

(-)

(-)