For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 22 Tahun 2015

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 22 Tahun 2015 tentang Peningkatan Fungsi Pengendalian dan Pengawasan oleh Kantor Otoritas Bandar Udara

Also known as: Permenhub 22/2015 · Permenhub No. 22 Tahun 2015 · Permenhub Nomor 22 Tahun 2015

Status:
Active
Effective Date:6 Februari 2015Publication Date:3 Februari 2015
Hak & Perlindungan KonsumenTransportasi Darat, Laut & Udara

Information

TypePeraturan Menteri Perhubungan
ThemePeningkatan Fungsi Pengendalian dan Pengawasan oleh Kantor Otoritas Bandar Udara
LocationKementerian Perhubungan
Effective Date06 Februari 2015
Publication Date03 Februari 2015
Place of EnactmentJakarta

Peraturan ini mengubah: 1. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 60 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 68 Tahun 2013; 2. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 41 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas Bandar Udara;

Peraturan Menteri ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan dengan mengoptimalkan fungsi pengendalian dan pengawasan oleh Kantor Otoritas Bandar Udara di wilayah kerjanya. Pengendalian dan pengawasan meliputi pemberian arahan, bimbingan, perpanjangan perizinan (Sertifikat Organisasi dan Lisensi Personel), serta pelaksanaan pengawasan dalam bentuk inspeksi, pengamatan, pemantauan, dan pemberian tindakan korektif di berbagai bidang seperti Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Angkutan Udara, Bandar Udara, Navigasi Penerbangan, dan Keamanan Penerbangan. Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara diberi wewenang untuk menandatangani perpanjangan perizinan, yang dapat didelegasikan kepada pejabat setingkat di bawahnya. Kantor Otoritas Bandar Udara wajib melaporkan pelaksanaan pengendalian dan pengawasan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara secara berkala. Koordinasi pengawasan keselamatan dan keamanan penerbangan antara Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan Kantor Otoritas Bandar Udara dilakukan secara harmonis dan berjenjang. Tindakan korektif yang dapat diberikan berupa peringatan dan pembekuan, sementara pencabutan dilakukan oleh Direktur Jenderal atas usulan Kepala Kantor. Untuk mendukung fungsi pengendalian dan pengawasan, diatur penempatan inspektur penerbangan pada masing-masing Kantor Otoritas Bandar Udara, dengan jumlah dan kualifikasi yang ditentukan oleh Direktur Jenderal berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pemenuhan kebutuhan inspektur dilakukan melalui mutasi atau pembentukan dari Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara. Anggaran pelaksanaan pengendalian dan pengawasan didistribusikan dengan mempertimbangkan beban kerja, wilayah kerja, dan cakupan kerja.

(-)

(-)