For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Klaten Nomor 11 Tahun 2018

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Klaten Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Usaha Mikro

Also known as: Perda Kabupaten Klaten 11/2018 · Perda Kabupaten Klaten No. 11 Tahun 2018 · Perda Kabupaten Klaten Nomor 11 Tahun 2018

Status:
Active
Effective Date:6 Agustus 2018Publication Date:6 Agustus 2018
Koperasi & Usaha Mikro Kecil

Information

TypePeraturan Daerah (Perda)
ThemePemberdayaan Usaha Mikro
LocationPemerintah Kabupaten Klaten
Effective Date06 Agustus 2018
Publication Date06 Agustus 2018
Place of EnactmentKlaten

(-)

Peraturan Daerah ini bertujuan untuk memberdayakan usaha mikro di Kabupaten Klaten. Latar belakangnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui ketahanan dan kemandirian ekonomi dengan memberdayakan usaha mikro. Pemberdayaan ini meliputi pengembangan sumber daya manusia, dukungan permodalan, peningkatan produksi dan produktivitas, perlindungan usaha, pengembangan kemitraan, jaringan usaha, dan pemasaran.

Ketentuan substansial dalam peraturan ini mencakup:

  1. Kriteria Usaha Mikro: Usaha dengan kekayaan bersih maksimal Rp. 50.000.000 (tidak termasuk tanah dan bangunan) atau hasil penjualan tahunan maksimal Rp. 300.000.000.
  2. Pendataan dan Pendaftaran: Pemerintah Daerah melakukan pendataan dan pendaftaran Usaha Mikro.
  3. Pengembangan SDM: Melalui pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan sesuai bidang usaha.
  4. Pembiayaan: Pemerintah Daerah mengalokasikan pembiayaan dari APBD, BUMN/BUMD wajib menyediakan pembiayaan dari penyisihan laba tahunan, dan Usaha Besar wajib menyediakan pembiayaan dari anggaran Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).
  5. Produksi dan Produktivitas: Fasilitasi teknologi tepat guna, alih teknologi, dan pemanfaatan bahan baku lokal.
  6. Kemitraan dan Jejaring Usaha: Memfasilitasi kemitraan antara Usaha Mikro dengan usaha besar dan pembentukan jejaring usaha.
  7. Perizinan dan Standarisasi: Memfasilitasi perizinan usaha dengan penyederhanaan tata cara dan keringanan biaya, serta memfasilitasi pemenuhan standar pelayanan publik.
  8. Pemasaran: Memberikan fasilitasi pemasaran di dalam dan luar negeri, perlindungan pasar, penyediaan infrastruktur pemasaran, dan pembentukan lembaga pemasaran produk unggulan daerah.
  9. Pembinaan dan Pengawasan: Dilakukan oleh Bupati melalui Perangkat Daerah yang membidangi usaha mikro.

(-)

1. Pelaku Usaha Mikro yang melanggar ketentuan perizinan dan kewajiban dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan usaha, pembekuan izin usaha, atau pencabutan izin usaha. 2. Pejabat atau penyelenggara yang melanggar ketentuan terkait informasi izin usaha dan standar pelayanan dikenakan sanksi administratif sesuai peraturan kepegawaian.