For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Gorontalo Utara Nomor 2 Tahun 2007

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gorontalo Utara Nomor 2 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2008

Also known as: Perda Kabupaten Gorontalo Utara 2/2007 · Perda Kabupaten Gorontalo Utara No. 2 Tahun 2007 · Perda Kabupaten Gorontalo Utara Nomor 2 Tahun 2007

Status:
Active
Effective Date:28 Desember 2007Publication Date:28 Desember 2007
Anggaran Belanja Daerah

Information

TypePeraturan Daerah (Perda)
ThemeAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2008
LocationPemerintah Kabupaten Gorontalo Utara
Effective Date28 Desember 2007
Publication Date28 Desember 2007
Place of EnactmentKwandang

(-)

Peraturan Daerah ini menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gorontalo Utara untuk Tahun Anggaran 2008. APBD terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp. 137.775.607.000,-, belanja daerah sebesar Rp. 136.775.607.000,-, yang menghasilkan surplus sebesar Rp 1.000.000.000,-. Pembiayaan daerah mencakup penerimaan sebesar Rp.1.000.000.000,- dan pengeluaran sebesar Rp.2.000.000.000,-, sehingga pembiayaan netto adalah Rp. (1.000.000.000),-.

Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. PAD mencakup pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah. Dana Perimbangan terdiri dari Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Lain-lain pendapatan daerah yang sah terdiri dari hibah, dana darurat, Dana Bagi Hasil Pajak, Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus, serta bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya.

Belanja daerah terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. Belanja Tidak Langsung mencakup belanja pegawai, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil, belanja bantuan keuangan, dan belanja tidak terduga. Belanja Langsung mencakup belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal.

Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan dan pengeluaran. Penerimaan mencakup Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya, pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman, dan penerimaan piutang daerah. Pengeluaran mencakup pembentukan dana cadangan, penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah, pembayaran pokok utang, dan pemberian pinjaman daerah.

Uraian lebih lanjut mengenai APBD tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Bupati menetapkan Peraturan tentang Penjabaran APBD sebagai landasan operasional pelaksanaan APBD.

(-)

(-)