on desktop.Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.
Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kuningan Nomor 9 Tahun 2011 tentang Penyertaan Modal Daerah Pada Pihak Ketiga
Also known as: Perda Kabupaten Kuningan 9/2011 · Perda Kabupaten Kuningan No. 9 Tahun 2011 · Perda Kabupaten Kuningan Nomor 9 Tahun 2011
Peraturan Daerah ini mengatur tentang penyertaan modal daerah pada pihak ketiga dengan maksud untuk menggali sumber-sumber penerimaan daerah yang saling menguntungkan guna menunjang penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Penyertaan modal daerah dapat berupa uang atau aset milik daerah. Besaran penyertaan modal disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan kelayakan usaha pihak ketiga. Penyertaan modal dalam bentuk uang dapat dilakukan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), usaha koperasi, dan/atau swasta nasional, dan merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan. Penyertaan modal dalam bentuk aset hanya dilakukan kepada BUMD.
Pemerintah Daerah dapat menambah, mengurangi, dan/atau menarik kembali besarnya nilai penyertaan modal sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan perkembangan kinerja pihak ketiga. Penambahan, pengurangan, dan/atau penarikan kembali penyertaan modal ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan dianggarkan dalam APBD.
Penyertaan modal daerah pada pihak ketiga dapat dilaksanakan dengan cara pembelian saham, sebagai pendiri dalam pembentukan perusahaan, atau investasi. Pihak ketiga wajib menyusun rencana usaha yang memuat ringkasan rencana usaha, uraian produk, analisis persaingan, analisa pasar, strategi usaha, dan analisa finansial.
Pihak Ketiga berhak menerima penyertaan modal daerah dan/atau aset daerah yang sudah dialokasikan dalam APBD, mengelola anggaran dan/atau aset daerah sesuai rencana kerja, dan mengajukan permohonan penambahan penyertaan modal. Pihak Ketiga wajib mengelola anggaran dan/atau aset daerah sesuai tujuan usaha, menyampaikan informasi secara transparan, memberikan laporan per-triwulan, dan memberikan kontribusi kepada PAD sesuai perjanjian. Pihak Ketiga dilarang menggunakan modal dan/atau aset daerah untuk kepentingan lain yang tidak diatur dalam perjanjian kerja sama.
Bupati melakukan pembinaan dan pengawasan kepada Pihak Ketiga yang menerima Penyertaan Modal Daerah.