For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012

Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa

Also known as: Perda Provinsi Jawa Tengah 9/2012 · Perda Provinsi Jawa Tengah No. 9 Tahun 2012 · Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012

Status:
Active
Effective Date:30 Mei 2012Publication Date:30 Mei 2012
Sistem Pendidikan Nasional

Information

TypePeraturan Daerah (Perda)
ThemeBahasa, Sastra dan Aksara Jawa
LocationPemerintah Provinsi Jawa Tengah
Effective Date30 Mei 2012
Publication Date30 Mei 2012
Place of EnactmentSemarang

Peraturan yang berkaitan dengan bahasa, sastra, dan aksara Jawa yang sudah ada sebelum Peraturan Daerah ini, dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Daerah ini.

Peraturan Daerah ini bertujuan untuk melestarikan bahasa, sastra, dan aksara Jawa sebagai identitas daerah, menyelaraskan fungsinya dengan pembinaan bahasa Indonesia, mengenali nilai-nilai estetika, etika, moral, dan spiritual budaya Jawa untuk pembangunan karakter bangsa. Bahasa Jawa memiliki unsur fonem, morfem, kata, kalimat, wacana, kaidah, tata tulis, tingkat tutur, varian, dialek, dan makna. Sastra Jawa memiliki beragam jenis dengan nilai estetika, etika, moral, dan spiritual. Aksara Jawa memiliki bentuk, simbol, lambang, bunyi, kaidah, dan tata tulis dengan nilai etik, estetik, moral, dan spiritual. Fungsi bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi, pengungkapan sastra, pembentuk kepribadian, dan pemerkaya bahasa Indonesia. Sastra Jawa berfungsi meningkatkan pemahaman seni budaya, sumber kearifan lokal, masukan muatan lokal pendidikan, dan pembinaan kebudayaan nasional. Aksara Jawa berfungsi sebagai sarana penulisan sastra, ekspresi estetika, dan peneguhan identitas daerah. Arah kebijakan meliputi penyelarasan bahasa, sastra, dan aksara Jawa sebagai unsur budaya, serta penggalian nilai-nilai untuk pembangunan karakter dan ketahanan budaya. Pelindungan, pembinaan, dan pengembangan dilaksanakan melalui pembelajaran formal, nonformal, keluarga, dan masyarakat. Strategi kebijakan mencakup penyusunan kurikulum, peningkatan kemahiran berbahasa, penyediaan guru, peningkatan kualitas guru, penyediaan bahan ajar, peningkatan metodologi mengajar, peningkatan apresiasi, penyusunan pedoman tata penulisan, penelitian tingkat tutur, dan dukungan terhadap transkripsi naskah sastra. Masyarakat berperan aktif dalam pelindungan, pembinaan, dan pengembangan bahasa, sastra, dan aksara Jawa.

(-)

(-)