Qanun ini mengatur tentang Pemerintahan Kampung di Kabupaten Aceh Tengah. Latar belakangnya adalah pengakuan kampung sebagai kesatuan masyarakat hukum yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Tujuan pembentukan qanun ini adalah untuk memberikan pengaturan yang jelas tentang tugas, fungsi, dan wewenang pemerintahan kampung.
Ketentuan substansial dalam qanun ini meliputi:
1. Pembentukan, penggabungan, dan penghapusan kampung, termasuk syarat-syarat dan tata caranya.
2. Kedudukan, tugas, fungsi, dan wewenang kampung sebagai organisasi pemerintahan terendah di bawah kecamatan.
3. Penyelenggaraan pemerintahan kampung yang berpedoman pada asas umum penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan syariat Islam.
4. Pemerintah Kampung, termasuk persyaratan, tugas, wewenang, hak, kewajiban, tanggung jawab, pelaporan, dan larangan bagi Reje (kepala kampung) serta perangkat kampung.
5. Rayat Genap Mufakat (RGM) sebagai unsur penyelenggara pemerintahan kampung, termasuk kedudukan, keanggotaan, fungsi, tugas, wewenang, hak, kewajiban, dan larangan bagi anggota RGM.
6. Imem Kampung dan Petue sebagai unsur penyelenggara pemerintahan kampung di bidang keagamaan dan yudikatif berdasarkan hukum adat, termasuk kedudukan, fungsi, tugas, wewenang, hak, kewajiban, dan larangan bagi Imem Kampung dan Petue.
7. Peraturan Kampung, termasuk jenis, materi muatan, asas, pembahasan, pengesahan, persetujuan bersama, pengundangan, penyebarluasan, evaluasi, dan pengawasan.
8. Perencanaan Pembangunan Kampung sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan kabupaten.
9. Keuangan Kampung, termasuk sumber pendapatan, anggaran pendapatan dan belanja kampung (APBKampung), dan pengelolaan keuangan kampung.
10. Badan Usaha Milik Kampung (BUMKampung) sebagai upaya meningkatkan pendapatan kampung dan kesejahteraan masyarakat.
11. Kerja Sama Kampung antar kampung dan dengan pihak ketiga.
12. Lembaga Kemasyarakatan sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat kampung.