Peraturan Daerah Kota Bekasi ini menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi Tahun Anggaran 2010. APBD terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp 1.657.240.919.673,00, belanja daerah sebesar Rp 1.748.528.532.388,00 (defisit Rp 91.287.612.715,00), dan pembiayaan daerah (penerimaan Rp 113.417.982.515,00 dan pengeluaran Rp 22.130.369.800,00). Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Pembiayaan daerah mencakup penerimaan (SILPA dan penerimaan piutang daerah) dan pengeluaran (penyertaan modal dan pembayaran pokok utang). Pemerintah Kota Bekasi dapat melakukan penyertaan modal pada BUMD dan pembentukan dana bergulir koperasi untuk meningkatkan PAD, pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat, dan penyerapan tenaga kerja. Dalam keadaan darurat, Pemerintah Daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya, yang selanjutnya diusulkan dalam rancangan Peraturan Daerah perubahan APBD.