For the best experience, openVeritaskon desktop.

Free Trial active — Full AIYU access for 7 days, no credit card required.

Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Tulungagung Nomor 12 Tahun 2019

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tulungagung Nomor 12 Tahun 2019 tentang PELAYANAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA KE LUAR NEGERI

Also known as: Perda Kabupaten Tulungagung 12/2019 · Perda Kabupaten Tulungagung No. 12 Tahun 2019 · Perda Kabupaten Tulungagung Nomor 12 Tahun 2019

Status:
Active
Effective Date:29 November 2019Publication Date:29 November 2019
Hubungan Ketenagakerjaan

Information

TypePeraturan Daerah (Perda)
ThemePELAYANAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA KE LUAR NEGERI
LocationPemerintah Kabupaten Tulungagung
Effective Date29 November 2019
Publication Date29 November 2019
Place of EnactmentTulungagung

Peraturan ini mencabut: 1. Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Peraturan Daerah ini bertujuan untuk memberikan pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri secara cepat, mudah, murah, dan aman. Kebijakan ini mencakup pelayanan penempatan dan pelindungan PMI yang dilaksanakan oleh Lembaga Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri (LTSA PTKLN) pada tahap sebelum dan setelah bekerja. Penempatan PMI ke luar negeri wajib dilakukan melalui mekanisme dan prosedur yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk pendaftaran, perekrutan, seleksi, pendidikan dan pelatihan, serta pemeriksaan kesehatan dan psikologi. PMI perseorangan yang akan bekerja di luar negeri harus terdaftar pada Dinas dan mengikuti program jaminan sosial PMI. Pemerintah Daerah wajib memberikan pelindungan kepada calon PMI/PMI pada masa sebelum dan setelah bekerja, yang meliputi pelindungan administratif dan teknis. Dinas memberikan izin penyelenggaraan pelatihan kerja calon tenaga kerja Indonesia luar negeri (BLK-LN) dan rekomendasi pendirian kantor cabang P3MI. Pemerintah Desa memiliki tugas dan tanggung jawab dalam memberikan informasi, verifikasi data, memfasilitasi persyaratan administrasi, serta melakukan pemantauan dan pemberdayaan kepada PMI dan keluarganya. Dalam hal terjadi sengketa, penyelesaian dilakukan melalui musyawarah, mediasi oleh Dinas, atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(-)

Bupati berwenang memberikan sanksi administratif terhadap pelanggaran ketentuan peraturan ini. Sanksi administratif dapat berupa: 1. Peringatan tertulis. 2. Penghentian kegiatan sementara. 3. Pencabutan izin sementara. 4. Pencabutan izin. 5. Daftar hitam. 6. Pemberhentian dari jabatan. 7. Pengurangan dan/atau penghentian bantuan dari Pemerintah Daerah; dan/atau 8. Denda administratif.