Peraturan Daerah ini mengatur tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2017. Latar belakang perubahan ini adalah perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum APBD, pergeseran antar unit organisasi, kegiatan, dan jenis belanja, serta penggunaan sisa lebih anggaran tahun sebelumnya untuk pembiayaan tahun anggaran berjalan. Perubahan APBD mencakup pendapatan daerah yang semula Rp. 2.275.235.364.022,76 menjadi Rp 2.276.034.167.361,24 setelah perubahan. Belanja daerah yang semula Rp. 2.359.296.679.985,89 menjadi Rp. 2.536.289.637.504,34 setelah perubahan, mengakibatkan defisit setelah perubahan menjadi (Rp. 260.255.470.143,10). Pembiayaan daerah mencakup penerimaan yang semula Rp. 86.369.008.270,82 menjadi Rp. 260.255.470.143,10 setelah perubahan, dan pengeluaran yang semula Rp. 2.307.692.307,69 menjadi Rp. 0,00 setelah perubahan. Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah. Belanja daerah terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. Pembiayaan daerah terdiri dari Penerimaan Pembiayaan Daerah dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah, termasuk SiLPA tahun anggaran sebelumnya. Peraturan ini juga mengatur kriteria pengeluaran untuk keadaan darurat dan keperluan mendesak. Uraian lebih lanjut mengenai perubahan anggaran tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.