Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1958 menetapkan anggaran untuk Kementerian Agama Republik Indonesia untuk tahun dinas 1955. Anggaran ini mencakup pengeluaran untuk berbagai biro dan jawatan di bawah Kementerian Agama, termasuk Biro Peradilan Agama, Jawatan Urusan Agama, Jawatan Penerangan Agama, dan Jawatan Pendidikan Agama. Selain itu, anggaran juga mencakup tunjangan pendidikan agama dan pengeluaran tidak terduga. Di sisi penerimaan, undang-undang ini mengatur penerimaan dari pembayaran kembali persekot gaji, ongkos perkara di Pengadilan Agama, penerimaan dari pendidikan agama, dan penerimaan lain-lain seperti penjualan buku dan barang yang tidak terpakai. Undang-undang ini berlaku surut mulai 1 Januari 1955.