Qanun ini menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Selatan Tahun Anggaran 2023. APBK terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp.1.443.111.259.750,00, belanja daerah sebesar Rp.1.523.593.188.855,00, sehingga terdapat defisit sebesar Rp. (80.481.929.105,00). Pembiayaan daerah mencakup penerimaan sebesar Rp. 80.481.929.105,00 dan pengeluaran sebesar Rp. 0,00, menghasilkan pembiayaan netto sebesar Rp. 80.481.929.105,00. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun berkenaan adalah Rp. 0,00.
Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Belanja daerah terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan (SILPA tahun sebelumnya) dan pengeluaran pembiayaan (penyertaan modal daerah).
Dalam keadaan darurat atau keperluan mendesak, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya atau melebihi pagu yang ditetapkan dalam Qanun ini, dengan Peraturan Bupati. Keadaan darurat meliputi bencana alam, non alam, sosial, kejadian luar biasa, operasi pencarian dan pertolongan, serta kerusakan sarana/prasarana yang mengganggu pelayanan publik. Keperluan mendesak meliputi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat, belanja wajib dan mengikat, pengeluaran di luar kendali pemerintah daerah, serta pengeluaran yang jika ditunda akan menimbulkan kerugian lebih besar.